Suara.com -
Pemerintah Kota Makassar menyiapkan dana sebesar Rp1 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 yang difokuskan khusus pembinaan pemain dari cabang olahraga sepak bola di daerah itu.
"Kami sudah siapkan anggaran Rp1 miliar untuk cabang sepak bola. Salah satu program kami untuk sepak bola yakni menggelar Yusuf Cup yang dijadwalkan pada pertenangahan tahun," jelas Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto di Makassar, Selasa.
Pemkot Makassar memang sengaja menyiapkan anggaran itu sebagai upaya menjalankan program pembinaan pemain di kota itu. Ini juga sebagai komitmen dalam menciptakan pemain yang diharapkan mampu mengharumkan nama Makassar ataupun Sulsel baik di kancah nasional hingga internasioal.
Ia menjelaskan, kejuaraan olahraga memang sudah seharusnya menjadi fokus di Kota Makassar, termasuk yang digelar oleh Forum Wartawan Olahraga yakni turnamen Sulsel Super League U-21. Pihaknya juga menyatakan dukungannya demi suksesnya ajang yang pertama kali dilaksanakan itu.
Salah satu bentuk dukungan itu, kata dia, tentu saja dengan ikut membantu anggaran untuk turnamen tersebut. Dirinya juga berharap kejuaraan yang digelar ini semakin menjadikan Makassar sebagai kota olahraga.
"Kami tentunya tetap pada komitmen awal untuk membantu pembinaan atlet. Kami juga mengapresiasi komitmen wartawan di Makassar yang memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan pemain khususnya di Makassar," ujarnya.
Sementara itu, Bendahara panitia turnamen Sulsel Super League, Ardiansyah Hendartin, menyayangkan turnamen ini tanpa ada kontribusi atau keterlibatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Apalagi, lanjut dia, dalam turnamen ini membawa simbol Sulsel Super League, dengan harapan pembinaan sepak bola terus berjalan dengan baik.
"Sebaiknya ada keterlibatan pemerintah provinsi dalam ajang ini. Apalagi kan keinginan kita membangkitkan sepak bola Sulawesi Selatan," tuturnya.
Untuk itu, Ardiansyah berharap pemerintah provinsi juga memperhatikan pembinaan para pemain sepak bola. Sehingga, banyak pemain berkualitas yang bisa membawa nama daerah dikancah nasional maupun internasional.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan, Muhlis mengakui jika tidak bisa berbuat apa- apa untuk membantu pembinaan sepak bola, terutama Sulsel Super League ini. Pasalnya, hingga kini belum mendapat anggaran terkait pembinaan sepak bola di Sulawesi Selatan. (Antara)
Berita Terkait
-
Jean-Paul van Gastel Soroti Finishing PSIM Jelang Lawan PSM Makassar
-
Eks PSM Bongkar Paspor Gate Pemain Keturunan Indonesia dan Alasan Tolak Jadi WNI
-
Wiljan Pluim Bongkar Skandal Paspor, Soroti Dampaknya ke Pemain Timnas Indonesia
-
Link Live Streaming PSM Makassar vs Persis Solo, Tontonan Duel Sengit di Parepare!
-
Ofisial MU Paksa Wartawan Hapus Bukti Pemukulan Wasit, PSSI Buka Suara
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sempat Stres Soal Paspoortgate, Dean James Tegaskan Komitmennya untuk Timnas Indonesia
-
Mikel Arteta: Rasanya Seperti Pukulan Telak di Wajah
-
Luciano Spalletti Merendah usai Juventus Permalukan Atalanta di Bergamo
-
Bantai Australia 4-0, Vietnam Raih Tempat Ketiga Piala AFF Futsal 2026
-
Link Live Streaming Final Piala AFF Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia vs Thailand
-
Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi
-
Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop
-
Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United