Suara.com - Liverpool melawat ke Old Trafford di babak 16 besar Liga Europa. Ketinggalan agregat 2-0 di Anfield, MU bermain ngotot sejak menit awal. Tanpa Rooney yang masih dibekap cedera, si Setan Merah beberapa kali menggedor pertahanan The Reds.
Serangan balik juga dilancarkan skuad Jurgen Klopp. Menit ke-5, pergerakan Sturridge hingga Lallana, masih belum bisa menembus pertahanan United dan bola kemudian dibawa kembali ke belakang.
Kemelut di gawang Liverpool di menit ke-15. Lallana terlalu lama membawa bola sehingga bola direbut pemain MU. Beruntung, ada Clyne yang sigap mengamankan wilayah pertahanan timnya sebelum bola disambar Rashford.
Menit ke-18 Lingard nyaris membobol gawang Liverpool lewat tandukannya setelah menerima umpan silang dari sayap kiri. Sayang tandukannya masih bisa ditepsi penjaga gawang. Pertandingan berjalan ketat, kedua tim saling jual beli serangan. MU dihadiahi penalti oleh wasit setelah Anthony Martial dilanggar di kotak penalti di menit ke-30. Martial mengeksekusi penalti dengan baik. 1-0 untuk keunggulan MU.
Diujung babak pertama, kapten Liverpool Henderson berdiri bebas menerima umpan matang Coutinho di kotak penalti. Sayang, sepakannya masih melenceng jauh di atas mistar gawang.
Gol balasan Liverpool baru tercipta di menit ke-44 lewat akselerasi Coutinho yang menyusur dari sayap kanan ke kotak penalti. Tusukannya dari sudut sempit tak bisa dihadang DeGea. Skor 1-1 tak berubah hingga turun minum.
Babak kedua MU terus mengepung pertahanan Liverpool. Beberapa kali serangan trio bomber MU, Fellaini, Martial dan Lingard mampu dipatahkan penjaga gawang Liverpool. Menit 79, Liverpool mendapat kesempatan lewat tendangan bebas dari luar kotak penalti. Sayang tendangan Coutinho masih jauh di atas mistar gawang.
Semenit berselang, Liverpool nyaris memperbesar kedudukan lewat tendangan bebas Sturridge dari luar kotak penalti. Namun sepakannya masih membentur mistar gawang DeGea. Skor 1-1 tak berubah hingga peluit babak kedua di tiup. Dengan hasil akhir ini, Liverpool memastikan diri ke delapan besar dengan agregat 3-1.
Di pertandingan 16 besar lainnya lain, Borussia Dortmund berhasil menyingkirkan Tottenham Hotspur di leg kedua dengan skor 2-1, Sparta Prague berhasil kalahkan Lazio setelah menundukkan Lazio dengan skor 30 dan agregat akhir 4-1. Valencia menang atas Athletic Bilbao dengan skor 2- 1dengan agregat akhir 2-2.
Berita Terkait
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Skandal Wasit Francois Letexier: Curangi Timnas Indonesia hingga 'Bantu' Argentina di Piala Dunia
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Hasil Swiss vs Kolombia: Die Nati Menang Adu Penalti, Tantang Argentina di Perempat Final
-
vivo Y500 Tantang Standar Smartphone Kelas Menengah, Usung Baterai 8100mAh dan AMOLED 1,5K
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Update Top Skor Piala Dunia 2026: Lionel Messi Jauhi Kejaran Haaland dan Mbappe
-
Deretan Kontroversi Kemenangan Argentina atas Mesir: Dari Gol Dianulir hingga Hujan Kartu Kuning
-
Cuma 40 Kasus per Hari! Angka Pembunuhan di Meksiko Turun Pesat Selama Piala Dunia 2026
-
Skandal Wasit Francois Letexier: Curangi Timnas Indonesia hingga 'Bantu' Argentina di Piala Dunia
-
Hasil Swiss vs Kolombia: Die Nati Menang Adu Penalti, Tantang Argentina di Perempat Final
-
Pelatih Mesir Semprot FIFA: Mereka Ingin Lionel Messi Terus Berada di Piala Dunia 2026!
-
Wasit Francois Letexier Dituding Untungkan Argentina, Suporter Mesir Murka
-
Emosi dan Air Mata Lionel Messi: Apa yang Argentina Lakukan Benar-benar Gila
-
Kalah Dramatis dari Argentina, Pelatih Mesir: Francois Letexier Rugikan The Pharaohs
-
Ulasan Taktik Cerdas Lionel Scaloni: Perubahan Berani di Babak Kedua Jadi Kunci