Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, meminta operator kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, yakni PT Gelora Trisula Semesta (GTS) bertanggungjawab atas kerusuhan yang terjadi saat pertandingan Persija melawan Sriwijaya FC.
"PT GTS harus menanggung semua kerugian materiil yang terjadi karena ada kerusuhan itu," kata Menpora usai pertemuan dengan PT GTS, kepolisian, PSSI dan Persija di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (27/6/2016).
Dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Jumat (24/6/2016) lalu, terjadi kerusuhan yang melibatkan pendukung fanatik Persija, The Jakmania, dengan aparat keamanan yang menjaga pertandingan.
Dampaknya beberapa Jakmania dan aparat mengalami luka yang serius. Bahkan, Luka serius dialami pihak aparat kepolisian, sehingga harus mendapatkan perawatan serius. Bahkan satu diantaranya dikabarkan mengalami luka pada kepala dan leher.
Tidak hanya korban manusia, beberapa properti stadion maupun pendukung pertandingan, seperti e-board sponsor juga ada yang rusak. Dengan demikian seluruh kerugian materiil harus diselesaikan termasuk membayar biaya perawatan korban.
"Pemerintah juga memberikan teguran sanksi administratif kepada PT GTS sesuai dengan UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional," ujar pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu.
Sementara itu, Direktur Utama PT GTS, Joko Driyono, mengaku siap menjalankan semua keputusan yang diberikan hasil rapat yang diprakarsai Kemenpora. Pihaknya juga siap bertanggungjawab atas kerugian materiil yang terjadi.
"PT GTS siap menjalankan semua keputusan rapat termasuk keputusan komisi disiplin. Kami juga dengan senang hati melakukan upaya evaluasi dan perbaikan kinerja khususnya pengamanan pertandingan," kata Joko.
Menurut dia, dengan menerima semua keputusan rapat pihaknya menilai hal tersebut sebagai salah satu upaya memproteksi sepak bola Indonesia. Pihaknya menegaskan akan melakukan evaluasi serius, termasuk memahami dan melihat karakter penonton.
"Mudah-mudahan ini menjadi usaha kita bersama untuk melindungi sepak bola dari hal-hal buruk selama pertandingan dan sekitar pertandingan agar semangat pertandingan ke depan bisa berjalan dengan baik," tegasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan