Suara.com - Kiper Inggris Joe Hart mengakui kariernya di Manchester City telah habis sepanjang Pep Guardiola masih mengarsiteki tim itu, dan ia berharap dapat mengakhiri musim di Liga Italia bersama Torino.
"Saya tidak dikirim ke sini untuk melihat bagaimana saya melakukannya atau apakah saya akan berkembang. Saya dikirim ke sini karena saya tidak diinginkan," kata pemain 29 tahun ini kepada televisi Sky Sports pada Kamis perihal langkah peminjamannya ke Italia.
"Saya bukan berada di sini untuk membuktikan apa yang dapat saya lakukan, saya berada di sini karena saya perlu melihat ke tempat lain dan saya tidak memiliki peluang untuk mengatasi semuanya secara permanen. Saya ingin melakukan semampu saya untuk Torino dan jika seseorang datang kepada saya, saya tidak berpikir Manchester City akan menghalanginya." Hart mengatakan pembicaraan dengan Guardiola perihal kepulangannya dari Piala Eropa 2016 di Prancis, membuat dirinya tidak ragu mengenai posisinya di mata sang manajer baru City.
Sang kiper melakukan beberapa kesalahan fatal pada pertandingan fase grup melawan Wales, dan gagal menghentikan gol penentu kemenangan yang dibukukan Kolbeinn Sigthorsson ketika "Tim Tiga Singa" kalah 1-2 dari Islandia, yang membuat Inggris tersingkir di putaran 16 besar.
Sang pemain mengatakan saat itu ia tidak sedang berada dalam "penampilan terbaiknya. Saya masuk setelah beberapa pemain karena Piala Eropa dan ketika kami pertama kali mengadakan pembicaraan, ia mengatakan ia memiliki beberapa undangan tentang saya," tambah Hart.
"Saya bersalaman dengannya, saya mengatakan itu jujur secara profesional namun bukan sesuatu yang ingin saya dengar. Saya berkata bahwa saya ingin bekerja untuk dia dan melihat apa yang terjadi, namun saya mendapat kesan bahwa itu tidak akan benar-benar terjadi. Saya mendapat perasaan bahwa saya tidak akan bermain," kata Hart.
City membeli kiper asal Chile Claudio Bravo dari Barcelona, bekas klub Guardiola, dengan nilai transfer awal 18 juta euro pada Juli.
"Kiper yang ia rekrut merupakan kiper yang bagus," tutur Hart. (Antara)
Berita Terkait
-
7 Fakta Menarik Transfer Rodri ke Barcelona: Dari Reuni Juara Dunia hingga Ganti Nama Jersey
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Meski Diincar Real Madrid, Rodri Pilih FC Barcelona untuk Wujudkan Mimpi
-
Deretan Fakta Arsenal Juara Community Shield: Gol 23 Detik Bikin City Babak Belur
-
Malam Ini! Arsenal vs Manchester City di Community Shield, Siapa Lebih Unggul?
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Perbarui Qlola, Hadirkan Pengalaman Digital yang Lebih Terintegrasi untuk Bisnis
-
Diterjang Ombak 3 Meter, Satu Nelayan Pesisir Barat Hilang Ditelan Samudera
-
Simpan Dulu Uangnya, Harga Emas Antam Masih Tinggi Jadi Rp2.725.000/Gram
-
Qlola New Skin Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital Terintegrasi bagi Nasabah Bisnis
-
Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung
-
Terjaring OTT, Nasib Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan Wakilnya Ditentukan KPK dalam 1x24 Jam
-
BRI Hadirkan Qlola New Skin, Perkuat Solusi Digital untuk Nasabah Bisnis
-
Rice Cooker Cosmos Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan Terbaik yang Murah dan Laris Manis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Mencapai 153 Ton
-
Kejar Program B50, Bantuan Peremajaan Sawit Naik Jadi Rp60 Juta/Hektare