Suara.com - Tim nasional Indonesia asuhan Luis Milla bakal menjajal kemampuan dengan menghadapi timnas Singapura dalam pertandingan uji coba di Indonesia, 25 atau 27 Maret mendatang.
"Kami sudah kirim surat ke federasi sepak bola Singapura. Saat ini kami masih menunggu balasan dari mereka. Secara lisan sudah ada persetujuan," kata Sekjen PSSI Ade Wellington di sela rapat dengan FIFA di Kantor PSSI Kuningan, Jakarta, Minggu.
Menurut dia, timnas yang bakal menghadapi Singapura adalah yang dipersiapkan untuk turun di SEA Games 2017 Malaysia. Meski demikian, untuk timnas Indonesia sendiri belum terbentuk karena seleksi dan latihan perdana di bawah pimpinan Luis Milla baru dimulai 21 Februari.
Seleksi sendiri, kata dia, dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama seleksi diikuti 25 pemain yang merupakan hasil pemantauan langsung oleh jajaran pelatih timnas pada pertandingan pramusim Piala Presiden 2017.
Setelah tuntas, seleksi tahap kedua dengan jumlah yang sama akan digelar. Seleksi sendiri digelar di SPH Karawaci, Tangerang.
"Pertandingan uji coba ini juga menjadi media bagi pelatih untuk mengkerucutkan jumlah pemain," katanya.
Untuk menghadapi SEA Games 2017, Luis Milla memang getol turun ke lapangan untuk mencari pemain. Pelatih asal Spanyol ini memantau secara langsung beberapa pertandingan di Piala Presiden. Hasilnya 25 pemain sudah didapat dan selanjutnya akan menjalani seleksi mulai 21 hingga 23 Februari.
Dari jumlah tersebut rata-rata dihuni oleh pemain yang sebelumnya memperkuat timnas Indonesia U-19. Sebutnya saja ada nama Hansamu Yama Pratama, Putu Gede Juni Antara, Muhammad Hargianto, Paulo Sitanggang, Evan Dimas Darmono, Yabes Roni, dan Ryuji Utomo.
Nama baru yang masuk dalam seleksi, di antaranya adalah Gian Zola Nasrulloh, Saddil Ramdani, Febri Haryadi, Kurniawan Kartika Aji, Bagas Adi Nugroho, Nasir, Arsyad Yusgiantoro, dan Nazar Nurzaidin.
Pada kejuaraan dua tahunan ini, Luis Milla oleh PSSI ditargetkan mampu membawa pulang medali emas. Timnas Indonesia terakhir kali meraih medali emas pada SEA Games 1991 di Filipina. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Targetkan 8 Besar Asia, Mathew Baker Optimis Bawa Garuda Muda ke Piala Dunia U-17
-
Timnas Indonesia U-17 Introspeksi Total usai Gagal di AFF, Kurniawan Siapkan Kejutan untuk China
-
Bek Melbourne City Mathew Baker Pimpin Mentalitas Juara Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia 2026
-
Thomas Tuchel Optimis Performa Cole Palmer Bangkit Jelang Piala Dunia 2026
-
Kans Bocah 16 Tahun Masuk Skuat Inggris di Piala Dunia 2026, Bakal Pecahkan Rekor Michael Owen
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Siapa Keanu Sanjaya? Pahlawan Timnas Indonesia U-17 yang Pernah Cicipi Latihan di Klub Spanyol
-
Respons Vincent Kompany Usai Mikel Arteta Sindir Soal Jadwal Liga
-
Arsenal ke Final Liga Champions, Wenger Bungkam Kritik soal Selebrasi Arteta
-
Berapa Kali Arsenal Pernah Lolos ke Final Liga Champions?
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Athletic Club Resmi Tunjuk Edin Terzic sebagai Pelatih Baru
-
Phil Foden akan Perpanjang Kontrak di Manchester City hingga 2030
-
Mikel Arteta Sebut Lolos ke Final Liga Champions sebagai Malam Terbaik dalam Kariernya
-
Declan Rice Semringah usai Bawa Arsenal ke Final Liga Champions, Kirim Pesan untuk Suporter
-
Penantian 20 Tahun, Mikel Arteta: Kami Kembali ke Final Liga Champions