Suara.com - Kekalahan dari Prancis 2-3 membuat kapten Timnas Inggris Harry Kane merasa frustasi. Kane pun meminta Inggris untuk melakukan evaluasi bagaimana mereka gagal mengalahkan sepuluh pemain Prancis dalam laga persahabatan tersebut.
Pada laga di Stade de France, Selasa (13/6/2017), Kane membuka kemenangan sebelum Prancis balik memimpin 2-1 di babak pertama lewat gol dari Samuel Umtiti dan Djibril Sidibe.
Di awal babak kedua Prancis harus bermain dengan sepuluh orang setelah Raphael Varane di kartu merah. Kane pun mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dari titik penalti di menit ke-48.
Namun, Prancis berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 3-2 lewat gol Ousmane Dembele. Sedangkan Kane yang kedua kalinya menjadi kapten tim Inggris, kekalahan itu membuatnya merasa frustasi.
"Ya, pasti (pernyataannya soal kesempatan yang terbuang) - yang jelas mencetak dua gol jauh dari kandang di Prancis seharusnya sudah cukup," keluh Harry Kane kepada ITV.
"Kami harus mendapatkan cara untuk menang, terutama saat kami kalah dari 10 orang. Saya tidak berpikir bahwa kami bermain tidak cukup baik, kami harus melihat mengapa?"
Gol ketiga Prancis dari Dembele muncul sebagai akibat kesalahan dari Eric Dier.
"Begitulah cara kami bermain. Jika kita ingin menjadi berani, terkadang kesalahan seperti itu akan terjadi. Ini hal yang harus kami kerjakan. Dier adalah pemain hebat, umpannya terpotong dan itu sangat disayangkan," tambah Kane
"Ini mengecewakan, bisa menyamakan skor 2-2 dan [mereka] bermain menjadi 10 orang, kami tidak menambah kecepatan lain, mereka mendapat angin lagi. Namun, ya, itu tidak cukup bagus," tukas striker Tottenham Hotspur ini. (Scoresway)
Berita Terkait
-
Jadwal MotoGP Inggris 2026: Tiap Poin Berharga untuk Raih Gelar Juara Dunia
-
EDF Matikan Reaktor Nuklir Prancis Akibat Kekeringan Parah Sungai Meuse dan Moselle
-
Calon Korban Krisis Selat Hormuz Sudah Terlihat, Negara Monarki Tertua Ini Terancam Resesi
-
Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus
-
Robot China 'Invasi' Industri Logistik di Inggris, Bagaimana Nasib Pekerja Manusia?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan