Suara.com - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengungkapkan bahwa ia pernah menolak pinangan Manchester United untuk menggantikan Sir Alex Ferguson yang pensiun pada 2001 silam.
Wenger, yang membangun Arsenal menjadi salah satu klub papan atas di Inggris dan dunia sejak bergabung pada 1996, menolak pinangan tersebut.
Kabar soal tawaran dari Setan Merah itu terungkap dalam biografi Martin Edwards, mantan pemimpin klub MU. Kisah itu terungkap saat ia membeberkan upaya MU mencari pelatih baru, setelah Ferguson berniat pensiun pada 2001.
"Pilihan pertama kami ketika itu adalah Arsene. Sejak bergabung dengan Arsenal pada 1996, Wenger telah meraih kesuksesan besar, terutama di musim penuh pertamanya, saat ia meraih dua gelar sekaligus," tulis Edwards.
"Dan meski benar bahwa ia kemudian mengalami masa-masa sulit di Arsenal, kami berpendapat bahwa ia adalah kandidat terbaik untuk menggantikan Alex. Jelas, dia adalah pilihan pertama saya," jelas Edwards lebih lanjut.
Edwards kemudian melakukan pendekatan dan menurutnya Wenger "menunjukkan sedikit ketertarikan." Bahkan Wenger mengundang Edwards dan deputinya, Peter Kenyon, ke kediamannya di London, Inggris.
Belakangan Ferguson diketahui membatalkan niatnya untuk pensiun dan meneruskan karier gemilangnya bersama Setan Merah hingga 2013.
Wenger sendiri, ketika ditanya tentang pengakuan Edwards itu, mengaku ia lebih bahagia bersama The Gunners.
"Kalian harus bertanya padanya (Edwards)," kata Wenger ketika ditanya soal pertemuan dengan Edwards dan Kenyon.
"Saya selalu bahagia di sini, semua orang senang pada saya dan saya selalu bahagia," imbuh dia.
Wenger kemudian mengatakan bahwa ia mencintai Arsenal karena nilai-nilai yang dianut oleh klub asal London tersebut.
"Saya mencitan nilai-nilai klub ini dan bagi saya, yang terpenting dari sebuah klub adalah nilai yang dipegangnya," tegas pelatih asal Prancis tersebut.
"Saya selalu bertanya pada diri saya sendiri. Memang Manchester United sungguh menarik, tetapi apakah saya bahagia bersama Arsenal? Jawabannya adalah iya," tambah dia. (The Guardian)
Berita Terkait
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Vinicius Junior Prioritaskan Bertahan di Real Madrid, Arsenal Terancam Gagal?
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat
-
Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik
-
4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!
-
Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!
-
Daftar Zodiak yang Dikenal Paling Red Flag dalam Percintaan, Kamu Termasuk?
-
Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur
-
Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara
-
IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar
-
Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026
-
Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun