Suara.com - Laga kandang Persija Jakarta menjamu Perseru Serui di Stadion Patriot, Bekasi, Selasa (19/8/2017), sepi penonton. Padahal, ini merupakan laga kandang Macan Kemayoran setelah menjalani dua laga tandang.
Tercatat hanya ada sekitar sembilan ribu penonton yang hadir langsung ke stadion. Padahal, sebelumnya di setiap laga kandang Persija, Stadion Patriot nyaris dipadati oleh penonton.
Direktur utama Persija Gede Widiade mengatakan sepinya laga tersebut dikarenakan laga digelar pada hari kerja. Ditambah, pertandingan tersebut berlangsung pada pukul 15.00 WIB di mana orang-orang masih menjalankan aktivitas.
Oleh karena itu, Gede mengecam PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator yang membuat jadwal pertandingan. Gede berharap PT LIB lebih cerdas dalam mengatur jadwal pertandingan.
"Pintarnya PT LIB menggelar pertandingan di hari kerja jam 3 sore. Siapa yang mau menonton? Orang gila yang mau menonton," kata Gede usai pertandingan.
"Main siang, ini kalau saya komplain ke mereka seharusnya mereka pintar bisnis. Jangan hanya semata-mata memikirkan pertandingan saja sama kebutuhan televisi. Bayangkan, sudah hari kerja, bermain jam tiga sore pula. Penonton relatif kecil," tambahnya
"Bayangkan kalau bukan Persija yang bermain pasti sangat sepi. Seharusnya tahun depan operator lebih memikirkan bisnis. Boleh hari kerja tapi bermain malam, supaya mereka bisa menonton," jelasnya.
Gede menambahkan jika PT LIB tidak memikirkan pemasukan serta bisnis klub peserta Liga 1. Sebab, hasil penjualan tiket akan sangat membantu kebutuhan sebuah klub.
"Kemenangan sebuah hasil dari pertandingan, ini masalahnya bisnis. Kalau tidak ada bisnis tak ada sepak bola. Kalau hanya mengerti sepak bola tapi tidak mengerti bisnis, tutup. Saya sangat kecewa," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?