Suara.com - Persija Jakarta akan mengenakan jersey baru untuk mengarungi musim 2018. Tak jauh berbeda dari musim 2017, jersey utama Persija masih menggunakan warna merah.
Yang membedakan adalah dihilangkannya jersey away warna hitam musim lalu, digantikan dengan putih. Sementara untuk jersey ketiga, Macan Kemayoran menggunakan warna oranye.
Direktur Utama Persija Gede Widiade mengaku ada makna tersendiri dari warna jersey tersebut. Menurutnya, jersey-jersey tersebut melambangkan era baru Persija Jakarta.
"Pasti ada artinya. Kemarin (musim lalu) ada hitam ada oranye kalau tidak salah. Itu masa sulit kita, masa kelam kita, masa kebangkitan kita. Untuk tahun ini saya banyak mendapatkan masukan dari rekan-rekan senior untuk mengubah itu semua," kata Gede di kawasan Kemayoran, Jakarta, Jumat (2/2/2018).
"Karena kita sudah tidak di zona kelam. Jadi yang hitam kita tinggalkan ganti dengan putih, yang oranye dan merah tetap. Itu tidak akan hilang, karena merah itu Persija, oranye Jakmania. Putih warna netral," tambah Gede.
Gede berharap dengan adanya jersey baru ini memberikan warna baru untuk Macan Kemayoran. Terlebih, tim asuhan Stefano Cugurra Teco itu akan berkompetisi di Asia.
"Kira berharap dari warna putih, merah, oranye akan membawa arti bagi suporter, bagi siapa saja yang mencintai Persija. Saya berharap dengan adanya jersey baru ini ada prestasi baru yang didapat," tambah.
Baca Juga: Besok, Transjakarta Tanah Abang Explorer Kembali Beroperasi
Berita Terkait
-
Persija Jakarta Dihantam Sanksi Jelang Hadapi Persib Bandung
-
Beckham Putra Punya Modal Penting Buat Kalahkan Persija Jakarta
-
Mauricio Souza Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persib, Persija Bidik Kemenangan di GBK
-
Pelatih Persijap Soroti Kualitas Bangku Cadangan Persija Jakarta
-
Psywar Jelang El Clasico! Beckham Putra Siap Selebrasi di Hadapan Jakmania
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?