Suara.com - Duel dua tim papan atas Liga Inggris akan tersaji di Anfield, Kamis (5/4/2018) dini hari WIB. Untuk pertama kalinya di ajang Liga Champions, Liverpool dan Manchester City akan saling 'bunuh'.
Pertemuan kedua tim di leg pertama babak perempat final Liga Champions memang patut ditunggu. Melirik sengitnya pertemuan terakhir kedua tim di Liga Inggris pada 14 Januari lalu, rasanya tidak berlebihan jika pertandingan ini dianggap lebih menyedot perhatian pencinta sepak bola ketimbang pesta gol Real Madrid ke gawang Juventus Rabu (4/4/2018) dini hari tadi.
Mengintip sedikit strategi kedua arsitek, kedua tim tampaknya akan jor-joran di duel kali ini. Khususnya Manchester City yang tidak akan diperkuat bomber andalannya, Sergio Aguero.
Belajar dari pertemuan terakhir kedua tim di Anfield, manajer City Josep Guardiola tampaknya akan mewaspadai strategi 'potong kompas' manajer Liverpool, Jurgen Klopp, di pertandingan nanti. Meski kedua manajer sama-sama menerapkan formasi 4-3-3. Artinya, City harus berhasil mematikan lini tengah Liverpool yang dimotori Jordan Henderson.
Selain menghentikan pasokan bola bagi Trio Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane, matinya lini tengah The Reds akan memaksa mereka bermain melebar. Sehingga terbuka ruang bagi empat pemain City menggedor pertahanan Liverpool dari tengah, menunggu umpan-umpan silang terarah milik Kevin De Bruyne dan Raheem Sterling.
"Apapun mungkin terjadi ketika kedua tim ini bertemu. Meski saya pikir akan ada sedikit penyesuaian pendekatan strategi yang dilakukan City," ujar mantan penggawa Arsenal Charlie Nicholas.
"Saya pikir City akan mencoba lebih disiplin dan kompak mengingat terakhir kali Liverpool berhasil memotong lini tengah mereka. Jadi sepertinya mereka (City) akan memaksa Liverpool bermain melebar."
Terlepas dari putar otak kedua manajer, ada hal lain yang sepertinya patut menjadi pertimbangan untuk menentukan hasil laga di Anfield Rabu dini hari nanti. Karena dalam sepak bola, selain matangnya strategi, faktor keberuntungan kerap mempengaruhi hasil sebuah pertandingan.
Baca Juga: Lionel Messi Siap Tempur Lawan AS Roma
Angkernya Anfield bagi Man. City
90 menit waktu normal pertandingan berlalu. Anak-anak asuh Josep Guardiola masih mengepung pertahanan Liverpool. Bertambah satu menit di masa injuri, passing Aguero pun langsung disambar Ilkay Gundogan dan membuat pertarungan semakin sengit. Saat itu City memangkas jarak menjadi 4-3.
Butuh satu gol tambahan agar tidak kehilangan poin, para pemain City pun kian nekat maju untuk kembali meruntuhkan pertahanan Liverpool. Kevin De Bruyne dan Leroy Sane, berulang kali menerobos dari sisi lapangan untuk memasok bola kepada Aguero. Akan tetapi semuanya sia-sia. Lima menit waktu tambahan yang diberikan wasit gagal dimaksimalkan. City pun harus menerima kenyataan pahit, menelan kekalahan pertamanya di Liga Inggris pada 14 Januari 2018.
"Ya, Liverpool pantas menang ketika mereka berhadapan di liga (Inggris). Tapi saat ini, sulit diprediksi. Kedua tim berkembang dengan banyak cara," kata Nicholas.
Bukan hanya itu, kekalahan tersebut juga, sekali lagi, membuktikan keangkeran Anfield belum mampu dipatahkan The Citizens. Meski saat ini ditukangi salah satu manajer terbaik di dunia.
Berita Terkait
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Beban Berat Mohamed Salah Memutus Rekor Buruk Tanpa Kemenangan Mesir di Piala Dunia
-
Clarence Seedorf Sebut Arsenal 'Tim Juara' usai Tembus Final Liga Champions
-
Jeremy Doku Tegaskan Manchester City Belum Menyerah Kejar Gelar
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta