Bola / Bola Dunia
Rabu, 04 April 2018 | 18:41 WIB
Pemain Liverpool Mohamed Salah [AFP]

Suara.com - Duel dua tim papan atas Liga Inggris akan tersaji di Anfield, Kamis (5/4/2018) dini hari WIB. Untuk pertama kalinya di ajang Liga Champions, Liverpool dan Manchester City akan saling 'bunuh'.

Pertemuan kedua tim di leg pertama babak perempat final Liga Champions memang patut ditunggu. Melirik sengitnya pertemuan terakhir kedua tim di Liga Inggris pada 14 Januari lalu, rasanya tidak berlebihan jika pertandingan ini dianggap lebih menyedot perhatian pencinta sepak bola ketimbang pesta gol Real Madrid ke gawang Juventus Rabu (4/4/2018) dini hari tadi.

Mengintip sedikit strategi kedua arsitek, kedua tim tampaknya akan jor-joran di duel kali ini. Khususnya Manchester City yang tidak akan diperkuat bomber andalannya, Sergio Aguero.

Belajar dari pertemuan terakhir kedua tim di Anfield, manajer City Josep Guardiola tampaknya akan mewaspadai strategi 'potong kompas' manajer Liverpool, Jurgen Klopp, di pertandingan nanti. Meski kedua manajer sama-sama menerapkan formasi 4-3-3. Artinya, City harus berhasil mematikan lini tengah Liverpool yang dimotori Jordan Henderson.

Selain menghentikan pasokan bola bagi Trio Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane, matinya lini tengah The Reds akan memaksa mereka bermain melebar. Sehingga terbuka ruang bagi empat pemain City menggedor pertahanan Liverpool dari tengah, menunggu umpan-umpan silang terarah milik Kevin De Bruyne dan Raheem Sterling.

"Apapun mungkin terjadi ketika kedua tim ini bertemu. Meski saya pikir akan ada sedikit penyesuaian pendekatan strategi yang dilakukan City," ujar mantan penggawa Arsenal Charlie Nicholas.

"Saya pikir City akan mencoba lebih disiplin dan kompak mengingat terakhir kali Liverpool berhasil memotong lini tengah mereka. Jadi sepertinya mereka (City) akan memaksa Liverpool bermain melebar."

Terlepas dari putar otak kedua manajer, ada hal lain yang sepertinya patut menjadi pertimbangan untuk menentukan hasil laga di Anfield Rabu dini hari nanti. Karena dalam sepak bola, selain matangnya strategi, faktor keberuntungan kerap mempengaruhi hasil sebuah pertandingan.

Baca Juga: Lionel Messi Siap Tempur Lawan AS Roma

Angkernya Anfield bagi Man. City

90 menit waktu normal pertandingan berlalu. Anak-anak asuh Josep Guardiola masih mengepung pertahanan Liverpool. Bertambah satu menit di masa injuri, passing Aguero pun langsung disambar Ilkay Gundogan dan membuat pertarungan semakin sengit. Saat itu City memangkas jarak menjadi 4-3.

Butuh satu gol tambahan agar tidak kehilangan poin, para pemain City pun kian nekat maju untuk kembali meruntuhkan pertahanan Liverpool. Kevin De Bruyne dan Leroy Sane, berulang kali menerobos dari sisi lapangan untuk memasok bola kepada Aguero. Akan tetapi semuanya sia-sia. Lima menit waktu tambahan yang diberikan wasit gagal dimaksimalkan. City pun harus menerima kenyataan pahit, menelan kekalahan pertamanya di Liga Inggris pada 14 Januari 2018.

"Ya, Liverpool pantas menang ketika mereka berhadapan di liga (Inggris). Tapi saat ini, sulit diprediksi. Kedua tim berkembang dengan banyak cara," kata Nicholas.

Bukan hanya itu, kekalahan tersebut juga, sekali lagi, membuktikan keangkeran Anfield belum mampu dipatahkan The Citizens. Meski saat ini ditukangi salah satu manajer terbaik di dunia.

Load More