Suara.com - Tidak bisa dipungkiri jika keberhasilan AS Roma membalikkan situasi sekaligus menyingkirkan Barcelona dari perempat final Liga Champions adalah momen terbaik di Liga Champions musim ini.
Mengantongi defisit tiga gol usai dicukur Barcelona di leg pertama dengan skor 4-1 di Camp Nou, Roma membuat kejutan dengan membalikkan keadaan lewat tiga gol dari Edin Dzeko, Daniele De Rossi dan Konstantinos Manolas.
Dengan agregat 4-4, Roma yang mencuri satu gol dari Camp Nou pun berhak atas satu tiket ke babak semifinal.
Akan tetapi Roma bukanlah klub pertama yang berhasil menciptakan momen indah di kompetisi kasta tertinggi benua Eropa. Selain Roma, ada beberapa klub yang juga berhasil membalikkan situasi. Beberapa diantaranya bahkan berlangsung dramatis.
Berikut lima laga comeback yang pernah mewarnai gelaran Liga Champions.
1. Barcelona 6-1 PSG (agregat 6-5), 2017
Para pemain Barcelona saat ini mungkin merasakan apa yang dirasakan para penggawa PSG musim lalu. Seperti diketahui, di babak 16 besar musim lalu Barcelona menyihir jagad sepak bola lewat kemenangan gemilang atas wakil Prancis di babak 16 besar Liga Champions.
Saat itu, di leg pertama Barcelona dihabisi PSG di Parc des Princes dengan empat gol tanpa balas. Barca yang saat itu dirasa sudah pasti tersingkir, ternyata mampu bangkit.
Di leg kedua yang berlangsung di Camp Nou, Azulgrana yang saat itu masih ditukangi Luis Enrique membalas dengan skor telak 6-1. Keadaan pun berbalik. Dengan agregat 6-5, Barcelona melaju ke babak perempat final.
2. Deportivo La Coruna 4-0 AC Milan (agregat 5-4), 2004
Penghuni papan bawah La Liga musim ini, Deportivo La Coruna, juga pernah memiliki momen indah di kompetisi kasta tertinggi benua biru. Yaitu saat menghadapi AC Milan di babak perempat final Liga Champions musim 2003/04.
Di leg pertama, tim berjuluk Super Depor dihajar habis 4-1 oleh Milan di San Siro. Namun, seperti halnya AS Roma musim ini, satu gol tandang yang diraih tidak meruntuhkan semangat Deportivo.
Super Depor yang kala itu diperkuat Walter Pandiani, Juan Carlos Veleron dan Albert Luque pun membalikkan situasi di leg kedua dengan kemenangan telak 4-0.
Namun kegemilangan Super Depor di kancah Eropa berakhir di babak semifinal setelah disingkirkan FC Porto yang di musim itu keluar sebagai juara Liga Champions.
3. Liverpool 3-3 AC Milan (adu penalti, 3-2), 2005
Pertandingan final antara Liverpool vs AC Milan menjadi salah satu laga paling diingat di ajang Liga Champions. Sengitnya duel kedua tim menjadi laga tersebut sebagai malam paling tidak terlupakan di Istanbul (tempat final digelar).
Dalam pertandingan itu, Milan yang saat itu tengah jaya dan diperkuat pemain-pemain seperti Paolo Maldini dan Hernan Crespo, membawa Rossoneri unggul tiga gol di babak pertama. Namun di babak kedua, tiga gol yang dilesakkan Steven Gerrard, Vladimir Smicer dan Xabi Alonso memaksa Milan untuk melanjutkan pertandingan 2x15 menit.
Di akhir cerita, Milan harus mengakui keunggulan Liverpool yang memenangkan adu penalti 3-2 dan berhak atas trofi Si Kuping Besar kelima mereka.
4. Manchester United 2-1 Bayern Munich, 1999
Final Liga Champions di tahun 1999 mungkin menjadi laga paling dramatis dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Di final yang digelar di Camp Nou, Bayern unggul 1-0 di sepanjang 90 menit waktu normal pertandingan dan bersiap-siap merayakan akhir dari penantian panjang (23 tahun) untuk menggondol trofi Liga Champions.
Namun apa yang terjadi? Di masa injuri, tepatnya di menit 90+1, Setan Merah menyeimbangkan papan skor lewat sepakan Teddy Sheringham.
Ole Gunnar Solskjaer yang masuk sebagai pengganti jelang laga usai, keluar sebagai pahlawan. Meneruskan bola hasil tandukkan Sheringham, Solskjaer membuyarkan mimpi Bayern untuk membawa pulang Si Kuping Besar ke Allianz Arena.
Keberhasilan memenangkan Liga Champions itu sekaligus memastikan gelar treble bagi United di musim 1998/99.
5. Monaco 3-1 Real Madrid (agregat 5-5, Monaco unggul gol tandang), 2004
Di Liga Champions musim 2003/04, AS Monaco adalah salah satu kuda hitam yang berhasil lolos dari fase grup. Tidak ada yang menyangka wakil Prancis itu melaju hingga ke babak perempat final.
Madrid yang menjadi lawan Monaco di perempat final pun digadang-gadang bakal menyingkirkan wakil Prancis itu usai memetik kemenangan 4-2 di leg pertama di Santiago Bernabeu.
Di leg kedua, gol Raul Gonzalez sembilan menit jelang turun minum seakan meruntuhkan semangat Monaco untuk memetik kemenangan di Monte Carlo. Namun dua gol dari Ludovic Giuly dan Fernando Morientes, kembali membangkitkan semangat Les Rouge et Blanc.
Di pertengahan babak kedua, situasi pun berbalik. Giuly mencetak gol menentukan yang membawa Monaco ke semifinal dengan keunggulan gol tandang.
Berita Terkait
-
Pujian Berbisa Luis Enrique: Sebut Mikel Arteta Masterpiece Modern Jelang Final Liga Champions
-
Luis Enrique: Arsenal Terbaik di Dunia Jika Tanpa Bola
-
Michael Owen Yakin Arsenal Bisa Kalahkan PSG dan Raih Gelar Liga Champions
-
Pidato Perpisahan dengan Barcelona, Lewandowski Tetap Singgung Liga Champions
-
Real Madrid Umumkan Jose Mourinho usai Pertandingan Lawan Athletic Club
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Klub Ole Romeny dan Elkan Baggott juga Jadi Korban Skandal Southampton Intip Sesi Latihan
-
Tristan Gooijer Bikin Heboh, Kode Keras Perkuat Timnas Indonesia
-
Indikator Jay Idzes Bisa Bela Timnas Indonesia Bergantung Sassuolo
-
John Herdman Ingin Lahirkan Jonathan David Baru dari Timnas Indonesia
-
Luar Biasa! Sandy Walsh Berpeluang Ukir Sejarah Treble Winner di Musim Ini
-
Casemiro Dikabarkan Segera Gabung Inter Miami, Satu Klub dengan Lionel Messi
-
Lama Tak Terdengar, Pemain Keturunan Jerman Amar Brkic Akhirnya Comeback ke Timnas Indonesia
-
Nasib Belum Jelas, Manajer Persija Jakarta Siap Angkat Kaki
-
Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam Tak Masuk Nominasi Terbaik Padahal Paling Sedikit Kebobolan
-
Nasib Bojan Hodak di Persib Masih Menggantung, Ini Penjelasan Manajemen