Suara.com - Legenda sepakbola Tanah Air yang kini menjabat asisten pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, mengisyaratkan bakal menurunkan timnas U-23 di Piala AFF 2018, alih-alih tim senior. Hal itu disampaikannya usai menerima saran dari pelatih kepala, Luis Milla Aspas.
Sebagaimana diketahui, pelatih kepala timnas untuk Piala AFF nanti masih belum ditentukan oleh PSSI. Sementara diketahui, kontrak Luis Milla akan expired setelah gelaran Asian Games 2018.
"Saya sudah sempat ngobrol dengan coach Luis Milla masalah persiapan Piala AFF. Jadi dia memberi masukan ke pelatih, bahwa ini adalah fase performance. Jadi ini fase untuk prestasi Indonesia," kata Bima dalam jumpa pers usai drawing Piala AFF 2018 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (2/5/2018).
"Jadi coach Luis Milla memberikan masukan untuk kita, apalagi mungkin nanti saya termasuk di tim kepelatihan juga untuk menentukan siapa pemainnya nanti. Dan coach Luis memberikan masukan ke kita untuk mempergunakan pemain-pemain yang U-23," jelasnya.
Piala AFF 2018 sejatinya dikhususkan untuk pemain-pemain dan juga timnas senior. Namun, tidak menutup kemungkinan negara peserta menurunkan pemain-pemain U-23.
Terlebih, Indonesia memang tengah memprioritaskan pemain-pemain U-23 saat ini, yang nantinya akan berlaga di Asian Games 2018. Nantinya, kemungkinan besar hanya akan ditambah pemain senior dari berbagai posisi yang dibutuhkan.
"Ini karena mereka menjadi mayoritas dan mungkin ada kelompok pemain yang akan kita lihat di kompetisi nanti di Liga 1. Sementara ini, kami butuh striker, gelandang, atau pemain belakang," pungkas Bima.
Timnas Indonesia sendiri tergabung ke dalam Grup B di Piala AFF 2018, bersama Thailand, Filipina, Singapura, dan pemenang dari Brunei Darussalam melawan Timor Leste di babak kualifikasi. Grup tersebut terbilang cukup berat mengingat ada Thailand sang juara bertahan.
Piala AFF 2018 akan bergulir pada 8 November - 15 Desember mendatang. Prestasi terbaik Indonesia sendiri di Piala AFF adalah runner-up, yakni sebanyak lima kali.
Baca Juga: Tersingkir di Semifinal, Muller Sebut Bayern Doyan Buat Kesalahan
Berita Terkait
-
John Herdman Ungkap Kunci Kemenangan Telak Timnas Indonesia atas St Kitts and Nevis
-
John Herdman Kenang Kanada, Cuma Menang 1-0 saat Melawan St Kitts and Nevis
-
Alasan John Herdman Tak Pernah Diam Sepanjang Pertandingan
-
John Herdman Ungkap Target Utama Timnas Indonesia, Lolos ke Piala Dunia 2030
-
John Herdman: Saya Memikirkan Marselino dan Miliano
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Duo Ambon 'Menyala' Beda Negara: Tijjani Jadi Pahlawan Belanda, Eliano Reijnders Bantu Garuda
-
Persib Hadapi 9 Laga 'Final', Bojan Hodak Siapkan Strategi Demi Hattrick Juara
-
Kombinasi 7 Negara, Bukti Keseriusan Tim Kepelatihan John Herdman
-
Benjamin Sesko Ungkap Cara Menjaga 'Rasa Lapar' sebagai Penyerang MU
-
Inter Miami Namai Tribun Stadion Baru dengan Nama Lionel Messi
-
John Herdman Ungkap Kunci Kemenangan Telak Timnas Indonesia atas St Kitts and Nevis
-
John Herdman Kenang Kanada, Cuma Menang 1-0 saat Melawan St Kitts and Nevis
-
Alasan John Herdman Tak Pernah Diam Sepanjang Pertandingan
-
Federico Valverde Buat Wembley Terdiam, Uruguay Tahan Imbang Inggris di Menit Akhir
-
Tijjani Reijnders Jadi Pahlawan Kemenangan Belanda atas Norwegia