Suara.com - Sriwijaya FC (SFC) kembali harus kehilangan pilar pentingnya. Setelah hengkangnya delapan pemain kunci di bursa transfer jelang paruh kedua musim Liga 1 2018, pelatih tim berjuluk Laskar Wong Kito, Rahmad Darmawan kembali mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala.
Kepastian tersebut dibenarkan Direktur Pertandingan PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Augie Bunyamin.
"Kita sudah terima suratnya, Kamis 26 Juli. Terhitung 25 Juli kemarin, RD sudah mengundurkan diri dari SFC. Beliau mengatakan panjang lebar dalam isi suratnya," ungkap Augie di Palembang, Jumat, (27/7/2018).
Mundurunya RD sendiri bukanlah yang pertama kali dilakukannya. Beberapa pekan lalu, ia juga sempat mengundurkan diri dari SFC, berbarengan dengan eksodus para pemain Laskar Wong Kito. Persoalan finansial disinyalir menjadi salah satu sebab yang melatarbelakangi.
Nah, menanggapi surat pengunduran diri teranyar RD, pihak dari manajemen klub sudah melaporkannya kepada Direktur Utama PT. SOM, Muddai Madang. "Selanjutnya akan kita bahas kembali," ungkap Augie.
Dengan mundurnya RD, Subangkit pun resmi diangkat SFC sebagai caretaker untuk dua pertandingan ke depan, mulai dari laga kandang lanjutan Liga 1 2018 kontra Borneo FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang Sumatera Barat, Minggu (29/7/2018) petang.
"Kita sudah menelepon Subangkit dan Insya Allah mulai besok sudah bersama tim senior dan berangkat menuju Padang, untuk melakukan pertandingan melawan Borneo FC, Minggu nanti," jelas Augie.
Terkait apakah pengunduran diri itu hanya untuk RD sendiri atau bersama staf pelatih lainnya, Augie memastikan jika semuanya dalam satu paket. Ya, Rasiman, Francis Wawengkang dan Kurnia Sandy juga resmi mundur dari SFC. [Andhiko Tungga Alam]
Baca Juga: Jamu Borneo FC, Sriwijaya FC Lakoni Laga Kandang di Padang
Berita Terkait
-
8 Pelatih yang Pernah Tangani Persija dan Timnas Indonesia, Terbaru Shin Tae-yong
-
Persipura Jayapura Siap Mati-matian Hadapi Adhyaksa demi Tiket Promosi
-
Laga Hidup Mati Kontra Adhyaksa FC, Rahmad Darwan 'Bakar' Semangat Pemain Persipura
-
Selamat Tinggal, Sriwijaya FC Degradasi ke Liga 3
-
Alex Noerdin Wafat, 3 Jejaknya di Sepak Bola: Dari Sriwijaya FC hingga Coba Datangkan Ronaldinho
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial
-
Jonathan Tah Makin Yakin Jerman Juara Piala Dunia 2026 Usai Lolos 32 Besar
-
Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks
-
John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia
-
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
-
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026, Blue Wave Redam 28 Tembakan
-
Piala Dunia 2026: Kata-kata Brian Brobbey, Bantu Tambah Penderitaan Swedia
-
Piala Dunia 2026: Kisah Deniz Undav, dari Operator Mesin Laser Jadi Supersub Jerman