Suara.com - Juara bertahan Bundesliga Jerman, Bayern Munich, terbilang pasif di bursa transfer musim panas 2018. Klub berjuluk The Bavarians itu juga tidak menunjuk nama besar sebagai pelatih anyar mereka, yakni Niko Kovac. Meski demikian, Kovac menyatakan hasratnya untuk membawa Bayern tetap berjaya di musim 2018/2019 ini, setidaknya di tanah Jerman.
Bayern sendiri akan mencoba mempertahankan titel juara Bundesliga dengan menjamu Hoffenheim di Allianz Arena pada laga pekan pembuka Liga Jerman 2018/2019, akhir pekan ini. Kovac pun optimistis jelang kampanye Bayern di musim ini.
Bayern memang memulai musim ini dengan positif. Die Roten -julukan Bayern lainnya- berhasil mencukur juara DFB Pokal musim lalu, Eintracht Frankfurt yang uniknya dibesut Kovac, dengan skor 5-0 pada laga Piala Super Jerman 2018, belum lama ini. Dan pada akhir pekan lalu, Bayern berhasil menang tipis 1-0 atas klub amatir SV Drochtersen/Assel di putaran pertama DFB Pokal 2018/2019 lewat gol tunggal Robert Lewandowski.
Well, meski hanya menghabiskan 10 juta euro untuk mendatangkan winger belia Alphonso Davies dari klub Kanada Vancouver di jendela transfer musim panas ini, Bayern sendiri memang begitu perkasa di Jerman, dengan memenangi gelar liga secara beruntun dalam enam musim terakhir. Karena itu, wajar jika Bayern tetap pede menatap musim anyar ini.
"Kami pede menjalani musim baru, meski kami tak membeli banyak pemain dan justru menjual pemain di musim panas ini. Kami tetap ingin mendominasi Jerman dan tentunya berprestasi di level Eropa," tutur Kovac seperti dilansir Reuters.
"Beberapa pemain belum fit benar usai tampil di Piala Dunia (2018), namun kebugaran mereka terus membaik setiap harinya. Skuat kami dalam kondisi yang bagus, dan kondisi di ruang ganti kami juga sangat kondusif," tutur juru taktik asal Kroasia berusia 46 tahun itu.
Kovac sendiri dikontrak Bayern pada musim panas ini setelah membawa Eintracht menjadi salah satu tim yang disegani di Jerman dalam dua musim terakhir. Ia diikat kontrak hingga musim panas 2021 mendatang.
Berita Terkait
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Kompany Tegaskan Bayern Munich Tak Kalah Kualitas dari PSG Meski Gagal ke Final
-
Legowo, Jonathan Tah Akui PSG Layak ke Final Liga Champions
-
Bayern Munich Tersingkir, Vincent Kompany Murka dengan Keputusan Wasit
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati