"Saya mendengar tentang anak yang hiperaktif yang selalu menggiring bola di pengungsian, bahkan tidur dengan bola," ujar Josip Bajlo yang melatih Modric kecil di NK Zadar.
"Dia sangat kurus. Tubuhnya kecil, tidak sesuai dengan usianya. Tapi ketika melihatnya bermain bola, anda sadar ada yang istimewa dari anak itu," sambungnya seperti dikutip The Guardian.
Turnamen antar kamp pengungsian, menjadi turnamen pertama Modric kecil yang tergabung di klub kecil NK Zadar. Turnamen pelipur lara yang mempertemukannya dengan Tomislav Basic yang hingga saat ini dianggap Modrid sebagai ayah angkat.
Bertubuh kecil dan kurus, membuat Modric kesulitan untuk bergabung dengan klub yang bisa menjadikannya pesepakbola profesional. Hajduk Split, klub sepak bola regional di Dalmatia pun menolak Modric mentah-mentah hanya karena penampilan Modric yang sangat tidak meyakinkan.
Namun Basic tidak putus asa. Keyakinannya akan bakat Modric, membuatnya berjuang keras hingga Modric, yang saat itu berusia 16 tahun, diterima Dinamo Zagreb. Satu tahun kemudian, Modric dipinjamkan ke Zrinjski Mostar dan pertama kalinya bermain di Liga Utama Bosnia dan Herzegovina.
"Seseorang yang bermain untuk Liga Bosnia bisa bermain di mana saja," kenang Modric dalam wawancara dengan SBS, stasiun televisi Australia, pada 2009 silam.
Dari Zagreb, petualangan ke Inggris dan Spanyol di mulai
Menghabiskan dua tahun sebagai pemain pinjaman, di tahun 2005 Dinamo Zagreb memanggil Modric pulang dan memberinya kontrak berdurasi 10 tahun. Ini menjadi awal perbaikan ekonomi Modric dan keluarganya. Dengan uang hasil kontrak jangka panjang tersebut, Modric yang saat itu berusia 19 tahun membeli sebuah flat di Zadar untuk ibu dan adik-adiknya.
Tiga tahun membela Dinamo Zagreb, klub-klub raksasa Eropa mulai melirik. Barcelona, Arsenal dan Chelsea terus memantau, tapi memutuskan untuk menunggu.
Baca Juga: Ini 40 Lokasi Parkir untuk Penutupan Asian Games 2018
Di awal musim 2008/09, Tottenham Hotspur bergerak cepat atas permintaan manajer Juande Ramos yang jatuh hati pada Modric. Modric pun resmi merumput di Liga Premier Inggris pada 26 April 2008 setelah Tottenham sepakat membayar 16,5 juta pound kepada Zagreb.
Empat musim berseragam Spurs, Modric yang sudah semakin dikenal memutuskan hijrah ke Real Madrid di tahun 2012. Dengan nilai transfer 30 juta pound, Modric meneken kontrak berdurasi lima tahun dan mendapatkan perpanjangan kontrak di awal musim 2014/15.
Kini, setelah enam musim berseragam el Real, Modric pun dikenal sebagai salah satu pemain lapangan tengah terbaik di dunia. Sejumlah gelar bergengsi diraihnya bersama Madrid, diantaranya satu gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions.
"Modric adalah pemain yang luar biasa. Salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini. Dia mampu bermain di lebih satu posisi," ujar Carlo Ancelotti saat menukangi PSG di tahun 2013 seperti dikutip Marca.
Bela Kroasia di tiga Piala Dunia dan Piala Eropa
Hingga tulisan ini dibuat, tercatat sejak tahun 2006, Modric sudah 113 kali membela tim nasional senior Kroasia. Tiga ajang Piala Dunia (2006, 2014 dan 2018) dan tiga turnamen Piala Eropa (2008, 2012 dan 2016) dilakoni Modric bersama Vatreni- julukan timnas Kroasia.
Berita Terkait
-
Kalah Agregat, Alvaro Arbeloa Tegaskan Tak Butuh Keajaiban Hadapi Bayern Munich
-
Wajah Mbappe Berdarah! Arbeloa Ngamuk ke Wasit usai Real Madrid Ditahan Girona
-
Ronaldo hingga Patrick Kluivert Bakal Adu Tanding di GBK, Catat Tanggalnya!
-
Vinicius Jr Dukung Lamine Yamal Lawan Chant Anti Muslim Oknum Suporter
-
Komentar Harry Kane usai Bayern Munich Curi Kemenangan dari Kandang Real Madrid
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Raphinha Sebut Barcelona Dirampok Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions
-
Statistik Mewah Tak Cukup Bantu Liverpool Kalahkan PSG
-
Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026? FIFA Dikabarkan Gelar Play-off Tambahan
-
Tak Gentar Polemik Paspoortgate, Striker Subur Ini Tetap Impikan Bela Timnas Indonesia
-
Jens Raven Menangis Haru Saat Dapat Panggilan Perdana Timnas Indonesia Senior
-
Persib Bandung di Puncak, Federico Barba Tekankan Pentingnya Jaga Momentum
-
Persija Jakarta Kembali Menang, Allano Lima Makin Percaya Diri Hadapi Sisa Musim
-
Siap Tikung Persib, Borneo FC Nyatakan 7 Laga Sisa sebagai Partai Final
-
Vincent Kompany Salut Ada Pelatih Perempuan di Bundesliga, Pertama dalam Sejarah
-
Manuel Neuer Masih Bingung, Perpanjang Kontrak atau Gantung Sepatu