Suara.com - Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts menanggapi potensi ancaman atau teror dari Bonek-- julukan pendukung Persebaya-- saat timnya berhadapan dengan Persebaya Surabaya di pertandingan Liga 1 2018 pekan ke-30 yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/11/2018).
Robert Rene Alberts di Makassar, Rabu (7/11/2018), mengatakan dukungan suporter merupakan bagian dari sepak bola. Menurutnya hal itu normal dan tidak harus dianggap sebagai tekanan.
"Sama halnya di sini (Makassar), kita didukung 10 ribuan suporter fanatik setiap menjalani pertandingan kandang di stadion," kata Robert Rene Alberts menanggapi bagaimana upaya memotivasi mental pemain atas tekanan hingga 50 ribu suporter Persebaya yang rencananya hadir menyaksikan laga penting tersebut.
Ia menjelaskan, soal berapa pun jumlah suporter yang akan datang dan mendukung langsung tim kebanggaannya dalam pertandingan kandang, bukannya hal yang harus dihindari. "Jadi berapapun jumlah suporter, saya kira itu merupakan bagian dari sebuah pertandingan," kata pelatih asal Belanda tersebut.
Mantan pelatih Arema itu menyebutkan jika suporter di Indonesia memang luar biasa. Bahkan dirinya setuju jika suporter sepak bola di Indonesia disebut sebagai suporter terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Namun demikian, Alberts mengaku penting bagi klub dan pihak-pihak terkait untuk mendidik suporter agar berlaku baik. Sehingga klub terhindar dari sanksi dan sepak bola Indonesia semakin maju.
"Membuat mereka (suporter) paham bahwa pemain itu sudah mencoba bekerja keras untuk tampil baik, sehingga suporter harus berfokus menjaga kondisi sehingga terhindar dari sanksi dan juga bisa mencontoh suporter Jepang," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Kabar Duka, Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia
-
Dikawal Ketat! Bus Rombongan Bonek Dipastikan Aman Keluar Tol Cikatama Usai Diserang Batu-Petasan
-
Jelang Duel Klasik, Persija Jakarta Larang Bonek Hadir di Stadion GBK
-
Dekatkan Merchandise Resmi ke Bonek dan Bonita, Persebaya Ambil Langkah Tak Biasa
-
Persib Bandung vs Persebaya Surabaya, Polisi Lakukan Penyekatan Besar Cegah Bonek ke Stadion GBLA
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG
-
Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut
-
Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu
-
Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
-
BTN Siap Perkuat Kemitraan Strategis, Dukung Maluku Utara Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
-
6 Rekomendasi HP 5G Murah di Bawah Rp 4 Juta, Gaming dan Multitasking Lancar
-
Sosiolog UGM: Aksi Main Hakim Sendiri Cermin Brutalitas Elite dan Krisis Hukum
-
Apple Rilis Update iOS 26.6 dan iPadOS 26.6 untuk Tambal Celah Keamanan
-
Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul
-
Bukan Koperasi Biasa, Kopdes Infrastruktur Pemerintah untuk Salurkan Bantuan