Suara.com - Didier Drogba akhirnya telah memutuskan mengakhiri karirnya profesionalnya. Legenda klub Chelsea dan juga timnas Pantai Gading ini telah mengkonfirmasikan gantung sepatu di usianya 40 tahun.
Drogba dua kali memperkuat Chelsea dan mencetak 164 gol di 381 pertandingannya. Selama karirnya di Stamford Bridge, Drogba telah empat kali memenangkan gelar Premier League dan Liga Champions.
Mantan striker Pantai Gading itu bergabung klub divisi kedua Liga Sepakbola Amerika Serikat, Phoenix Rising pada musim 2018. Namun dia tidak banyak dimainkan di klub yang juga punya kepemilikan di klub ini.
Drogba di awal memang sudah mengabarkan bahwa ini akan menjadi tahun terakhir dalam karir profesionalnya. Akhirnya, peraih dua gelar pemain terbaik Afrika ini mengumumkan keputusannya tersebut.
"Setelah 20 tahun, saya telah memutuskan untuk mengakhiri karier saya sebagai pemain," ujar Drogba kepada Sportshour di BBC World Service.
"Ini adalah cara terbaik untuk mengakhirinya, membantu beberapa talenta muda untuk berkembang. Memberi kembali ke sepakbola adalah cara terbaik untuk mengakhirinya karena saya banyak belajar dari permainan ini," kata Drogba.
Karier profesional Drogba dimulai di klub Prancis, Le Mans. Baru saat berusia 23 tahun, Drogba mulai berkompetisi di liga top ketika gabung klub Ligue 1, Guingamp dan kemudian di Marseille.
Drogba akhirnya direkrut Chelsea pada Juli 2004 dengan transfer 24 juta poundsterling. Karirnya melejit dan menyumbangkan tiga gelar Premier League, empat gelar Piala FA, dua gelar Piala Liga Inggris dan 1 trofi Liga Champions.
Ia meninggalkan Chelsea tahun 2012 pindah ke Shanghai Shenhua lalu ke Galatasaray. Pada 2014, Drogba kembali ke Chelsea dan menambah koleksi gelar Premier League dan Piala Liga Inggris sebelum berkarir di AS.
Baca Juga: Persib Siap Mati-matian di 3 Laga Sisa Liga 1 2018
Berita Terkait
-
Tak Betah di Spanyol? Julian Alvarez Beri Kode Keras Ingin Kembali ke Premier League
-
5 Klub Premier League Kuasai Papan Atas Klasemen Liga Champions
-
Peta Peluang Lolos 16 Besar Liga Champions: Nasib Chelsea, Liverpool, Man City, dan Barcelona
-
Prediksi Skor Chelsea vs Pafos FC: Peluang The Blues Tembus 16 Besar Liga Champions
-
Manchester City dan Chelsea Saling Sikut untuk Rekrut Pemain Keturunan Filipina
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
Klasemen Liga Champions: Arsenal Lolos Babak 16 Besar dan Kokoh di Puncak
-
Kata-kata Provokatif Erling Haaland Usai Manchester City Dipermalukan Bodo/Glimt
-
Detik-detik Bulgaria Porak-porandakan Gawang Timnas Indonesia di GBK, Semoga Sejarah Tak Terulang
-
Tambah Daya Gedor, Dewa United Kenalkan Bomber Liga India Sebagai Amunisi Baru
-
Trofi Asli Piala Dunia 2026 Sambangi Jakarta, Ribuan Warga Antusias
-
Tendangan Kungfu Kembali Terjadi di Liga 4, Kiper PSIR Rembang Dihukum Seumur Hidup
-
Bukan Cuma Timnas Indonesia, Jayden Oosterwolde Juga Bisa Bela Suriname Namun Pilihannya Berkarir di
-
Kenapa Spalletti Ngamuk ke Fans saat Juventus Hajar Benfica 2-0?
-
Siapa Juwensley Onstein? Calon Bek Anyar AC Milan, Kakeknya Lahir di Medan
-
Bukan Jay Idzes, Pemain Keturunan Indonesia Selangkah Lagi Gabung AC Milan