Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri memiliki target tersendiri di Piala AFF U-22 2019. Dan target yang dibuatnya tersebut rupanya berbeda dengan target yang dicanangkan PSSI. Kok bisa?
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia U-22 akan tampil di Piala AFF U-22 yang akan digelar di Kamboja. Di ajang tersebut, Skuat Garuda Muda berada di Grup B bersama tuan rumah, Malaysia, Singapura dan Myanmar.
Di tahun 2019, Timnas Indonesia U-22 sendiri akan menjalani tiga agenda penting. Agenda pertama sekaligus yang terdekat adalah Piala AFF U-22 pada Februari mendatang.
Lalu, skuat asuhan Indra akan mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam pada Maret mendatang. Setelah itu, SEA Games 2019 di Filipina pun menunggu pada November nanti.
Well, target yang dimiliki Indra berbeda dengan PSSI, juru taktik asal Sumatera Barat itu memilih untuk fokus membentuk tim terlebih dahulu. Itu agar target yang dibuatnya bisa tercapai dengan lancar.
Diakui Indra, PSSI hanya menjadikan Piala AFF U-22 sebagai ajang uji coba. Menurut Indra, PSSI hanya akan menjadi ajang tersebut sebagai batu loncatan alias sebagai pemanasan jelang meraih target sesungguhnya, yakni medali emas di SEA Games 2019.
Namun, eks pelatih Bali United itu rupanya punya pemikiran yang berbeda. "Saya pikir setiap pelatih tentu punya target tinggi, apalagi di ajang seperti Piala AFF. Tentu ingin meraih prestasi," tutur Indra usai memimpin latihan timnas U-22 di Stadion Madya, Senayan, Selasa (8/1/2019).
"Tetapi tentu harus realistis juga. Saya pribadi akan coba membuat tim ini secepat mungkin terbentuk, dengan uji coba pertama nanti ada game pertandingan internasional dan ada tiga lokal," celotehnya.
"Dan setelah itu kami baru bisa mematok target apa di AFF nanti. Tapi saya berharap kami tak terlalu lama dengan seleksi pemain, tetapi segera kami akan bentuk tim untuk Piala AFF. Berbeda dengan PSSI, tentu saya ingin kami bisa jadi juara. Tapi kita lihat saja kondisinya nanti," terang Indra.
Baca Juga: Pekan Ini, Indra Sjafri Bakal Ganti Pemain Timnas U-22 yang Tak Berkualitas
Meski persiapan tidak panjang, Indra menilai tak ada masalah soal adaptasi para pemain Timnas Indonesia U-22. Seperti diketahui, sang juru taktik telah memanggil total 38 pemain, untuk masuk skuat sementara untuk mengikuti pemusatan latihan yang telah dihelat sejak kemarin, Senin (7/1/2019).
"Ya, Alhamdulillah ya. Saya pikir, saya pribadi juga bisa beradaptasi dengan cepat dengan mereka. Mereka juga baru dua hari kumpul, namun kami sudah saling nyambunglah berkomunikasinya," ujarnya.
"Namun, problem untuk kami adalah sekarang ini mereka lagi off-season dengan klubnya masing-masing. Jadi mereka itu bisa dibilang pre-seasonnya ya di tim nasional. Jadi terbalik gitu," pungkas pelatih berusia 55 tahun itu.
Berita Terkait
-
Indra Sjafri Bagikan Tips agar Anak Bisa Jadi Pesepak Bola Profesional
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026
-
Pernah Ditemui Indra Sjafri, Winger Keturunan Indonesia Teken Kontrak di FC Twente
-
Dirumorkan ke Super League, Mauro Zijlstra Justru Jadi Pahlawan Kemenangan FC Volendam
-
Hal-hal yang Membuktikan Timnas Indonesia Berada di Level Berbeda Sepanjang 2025
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga