Tuah tuan rumah di sebuah kejuaraan olahraga apapun akan selalu mendapatkan keuntungan.
Setidaknya dua keuntungan yang wajar didapatkan oleh tuan rumah adalah derasnya dukungan suporter serta teranulirnya fase beradaptasi dengan atmosfer ataupun kondisi lapangan.
Baik itu Prancis yang mengangkat trofi Piala Dunia 1998 ataupun Indonesia yang menjuarai Piala AFF U-19 2013, semua terjadi ketika mereka menjadi tuan rumah.
Saat ini, Kamboja tengah berada dalam jalur yang tepat untuk menapaki tangga menuju kesuksesan tersebut.
Kendati tak diperhitungkan sebagai unggulan dalam fase penyisihan Grup B Piala AFF U-22 lantaran kehadiran dua tim tradisional sepak bola Asia Tenggara, Indonesia dan Malaysia, Kamboja justru memperlihatkan perkembangan yang sejauh ini sangat positif.
Dalam laga pertama, secara mengejutkan, Kamboja berhasil mempecundangi Malaysia dengan skor 1-0 lewat gol semata wayang yang dicetak Sath Rosib melalui eksekusi tendangan bebas.
Sementara di laga kedua, Kamboja menang dengan skor lebih meyakinkan yakni 2-0 saat menghadapi Myanmar. Dua gol dalam laga itu dicetak dua pemain belakang mereka, Yue Safy dan Sin Sophanat.
Dua kemenangan tersebut praktis mengantarkan Kamboja melenggang ke babak semifinal sekaligus memastikan diri menjadi juara Grup B.
Atas capaian tersebut, Pelatih Timnas Kamboja U-22 Felix Agustin Dalmaz mempersembahkannya kepada seluruh warga Kamboja baik yang sudah hadir memadati tribun penonton Stadion Nasional maupun yang menyaksikan dari layar kaca.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-22 vs Kamboja Piala AFF U-22 2019
Ia juga secara diplomatis menjawab banyaknya keluhan yang sempat dilontarkan tim-tim lawan mengenai kondisi permukaan lapangan Stadion Nasional yang begitu buruk, dengan berkaca kepada kondisi di negeri asalnya Argentina.
"Di sana kami bermain bola dalam keadaan apapun, di manapun, tentu bukan itu persoalannya," kata Dalmaz selepas Kamboja berhasil meredam Myanmar 2-0.
Tentu Dalmaz tak sepenuhnya keliru, tapi ia mengabaikan faktor bahwa para pemain Kamboja memiliki kesempatan yang tak pernah dimiliki tim-tim lain untuk bisa beradaptasi lebih jauh dengan kondisi lapangan tersebut.
Bahkan, boleh dibilang Kamboja tak perlu repot-repot melakukan adaptasi, sebab diketahui bahwa Stadion Nasional menjadi arena berlatih mereka sebelum Piala AFF U-22 digelar.
Indonesia tentu berada dalam situasi yang tak diuntungkan ketika menghadapi Kamboja. Bukan saja dari faktor-faktor yang kasat mata seperti dukungan penonton dan tantangan beradaptasi lebih lanjut dengan kondisi lapangan, tetapi juga mereka diwajibkan menang jika ingin lolos tanpa terpengaruh hasil laga lain antara Malaysia kontra Myanmar.
Terlebih lagi AFF baru saja memutuskan kick off kedua laga dilakukan bersamaan pada pukul 18.30 WIB, setelah sebelumnya dijadwalkan pertandingan Malaysia melawan Myanmar dilangsungkan lebih awal.
Kini jadwal baru menyatakan pertandingan Indonesia melawan Kamboja tetap dilangsungkan di Stadion Nasional, sedangkan Malaysia kontra Myanmar diboyong ke Stadion RNS, kandang klub lokal Phnom Penh Crown FC.
Apapun yang terjadi, nasib Indonesia berada di tangan mereka sendiri. Sebab Indra juga meyakini Kamboja tidak akan mengendurkan semangat mereka walaupun sudah memastikan lolos dan posisi puncak Grup B.
"Semua pelatih di dunia tidak ada lagi yang bermain-main setelah sudah lolos," kata Indra selepas memimpin sesi latihan Kamis (21/2/2019) di Lapangan Western University, Phnom Penh.
"Tapi bisa saja mereka akan merasa nyaman dalam bermain," tambahnya seperti dimuat Antara.
Apapun itu, yang jelas nasib Indonesia berada di tangan sendiri, baik itu untuk memastikan diri lolos ke babak semifinal, menghentikan momentum Kamboja yang didapatkan lewat tuah tuan rumah maupun mencatatkan kemenangan perdana di bawah arahan Indra Sjafri.
Berita Terkait
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026
-
Pernah Ditemui Indra Sjafri, Winger Keturunan Indonesia Teken Kontrak di FC Twente
-
Dirumorkan ke Super League, Mauro Zijlstra Justru Jadi Pahlawan Kemenangan FC Volendam
-
Hal-hal yang Membuktikan Timnas Indonesia Berada di Level Berbeda Sepanjang 2025
-
Resmi Diputus Kontrak oleh PSSI, Masa Kejayaan Indra Sjafri Telah Usai?
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji
-
Link Live Streaming PSG vs Arsenal: Siapa Bakal Angkat 'Si Kuping Besar'?
-
Head to Head Luis Enrique vs Klub Inggris: Arsenal Jadi Korban Terbaru?