Suara.com - Musim ini ada dua klub Liga 1 yang merger dengan tim lain. Namun, PSSI baru bisa mengesahkan perubahan nama sebuah klub di Kongres pada Januari 2020.
Sebut saja PS Tira yang merger dengan klub Liga 3 sehingga mengubah namanya namanya menjadi Tira-Persikabo. Selain itu, diketahui juga ada Perseru Serui merger dengan Lampung FC dan mengubah namanya menjadi Perseru Badak Lampung FC.
Sekretaris jenderal PSSI Ratu Tisha Destria menyebutkan tidak ada masalah jika klub melakukan merger. Namun, pengesahannya baru dilakukan saat digelarnya Kongres pada 2020.
"Keanggotaanya di PSSI yang pertama setiap perubahan nama dan juga PT yang menaungi klub tersebut harus disahkan melalui kongres. Jadi yang bisa saat ini adalah mereka bersurat kepada PSSI siapa yang memiliki ownership jelasnya seperti apa. Namun nantinya legalnya akan disahkan di kongres Januari 2020," kata Tisha.
"Saat ini kami sedang proses administrasinya, pengesahannya di kongres Januari 2020 seperti kemarin ada beberapa perpindahan PT dan kami bacakan lagi, harus berbadan hukum dan badan hukum mana yang menaungi klub tersebut," tambahnya.
Meski baru disahkan pada Kongres mendatang, kedua tim tersebut bisa menggunakan nama baru di kompetisi mendatang. Asalkan, proses administrasi lengkap sesuai dengan aturan yang ada.
"Kami tidak melihat nama klubnya. Tapi mergernya antar PT, nah PT itu harus memiliki aset yang bernama klub. Namanya yang mana silakan daftar ke PSSI. Tapi pengesahan administrasi di kongres," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Kongres PSSI 2026 Digelar Berbarengan Timnas Indonesia vs Vietnam
-
Pendidikan Mentereng Ratu Tisha yang Dicopot dari Komite PSSI, Siapa Penggantinya?
-
Bantah Pernyataan Ratu Tisha Jadi Dirtek PSSI, Indra Sjafri: Itu Nggak Sederhana!
-
Apa Tugas Prabowo Subianto Sebagai Dewan Kehormatan PSSI?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis