Suara.com - Duel dua raksasa Eropa bakal tersaji di Camp Nou, Kamis (2/5/2019). Juara La Liga Barcelona akan menjamu Liverpool di leg pertama babak semifinal Liga Champions.
Pertemuan ini bukanlah yang pertama bagi kedua tim di kompetisi kasta tertinggi Benua Biru. Tercatat, sudah delapan kali kedua tim bentrok, empat kali di UEFA Cup (sekarang Liga Europa) dan empat kali di ajang Liga Champions.
Terakhir kali keduanya berhadapan di babak perempat final Liga Champions tahun 2007, di mana Liverpool melaju ke semifinal dengan keunggulan agresivitas gol tandang.
Dari delapan pertemuan tersebut, dengan tiga kemenangan Liverpool masih unggul dari Barcelona yang baru dua kali mengalahkan tim berjuluk The Reds. Namun, catatan tersebut mungkin saja berubah.
Barcelona yang sudah mengunci gelar La Liga akhir pekan kemarin dipastikan bermain lebih leluasa tanpa beban ketimbang Liverpool yang saat ini masih bertarung memperebutkan mahkota Liga Inggris dengan Manchester City.
Menjamu Liverpool, Barcelona dipastikan bakal turun dengan kekuatan penuh. Karena pelatih Ernesto Valverde tidak dihadapkan pada badai cedera pemain, kecuali Rafinha yang masih berada di ruang perawatan.
Kunci gelar La Liga, Valverde berhasrat menyamai catatan Josep Guardiola dan Luis Erique memenangkan tiga gelar
"Kami harus memenangkan semuanya," ujar Valverde seperti dimuat laman resmi UEFA.
Kata-kata yang dilontarkan pelatih Barcelona di atas menggambarkan hasrat entrenador berusia 55 tahun itu untuk mengukir sejarah bersama Los Cules. Yaitu mendulang tiga trofi dalam satu musim, seperti yang pernah dilakukan Josep Guardiola dan Luis Enrique.
Baca Juga: Melawat ke Camp Nou, Bek Liverpool Ogah Terbebani Kenangan Buruk
Di musim 2008/09, Pep-- sapaan akrab Guardiola-- sukses mengantar Barcelona menjuarai La Liga, Piala Raja (Copa del Rey), dan juga Liga Champions. Pep, yang kini menukangi Manchester City, menjadi pelatih pertama Barcelona yang mengunci predikat treble winners.
Prestasi Pep terulang di musim 2014/15. Enrique yang saat itu menukangi El Barca berhasil menjuarai La Liga, Piala Raja dan Liga Champions di musim pertamanya menukangi Lionel Messi dan kawan-kawan.
Musim ini, predikat treble winners mungkin saja kembali melekat pada Barcelona. Valverde, Minggu (28/4/2019), berhasil mempertahankan gelar La Liga Barcelona, dan tengah pekan ini bisa fokus menghadapi Liverpool untuk memperebutkan tiket final Liga Champions.
Sementara di ajang Piala Raja, Barcelona sudah mengantongi tiket final yang akan digelar pada 27 Mei 2019. Di partai puncak itu, Barcelona akan menghadapi Valencia.
Dengan performa Messi dan kawan-kawan yang tengah on fire, tidak menutup kemungkinan mimpi Valverde akan terwujud di akhir Mei nanti.
Barcelona vs Liverpool, strategi siapa yang lebih jitu, Valverde atau Klopp?
Tidak bisa dipungkiri, di bawah asuhan Jurgen Klopp Liverpool kembali menjadi klub yang diperhitungkan di kancah Eropa. Musim lalu, Liverpool menjadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya lewat kekompakan trio lini depan; Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane.
Partai final Liga Champions berhasil ditembus, meski di partai puncak The Reds harus mengakui keunggulan Real Madrid.
Kejelian Klopp dalam memilih pemain dan kecerdasannya dalam meracik startegi memang tidak diragukan. Namun laga kontra Barcelona akan menjadi pengalaman baru bagi Klopp yang belum pernah menghadapi raksasa Catalonia di kancah Eropa.
"Bersama Liverpool, saya pernah menghadapi Real Madrid. Juga Borussia Dortmund berulang kali. Tapi saya belum pernah menghadapi Barcelona," ujar Klopp dilansir DAZN.
"Superioritas Barcelona sudah tidak perlu dibantah, tapi saya memiliki banyak pemain yang berpengalaman. Yang harus kami lakukan adalah bermain bagus. Kita lihat saja apa yang bisa kami lakukan."
Menghadapi Barcelona di Camp Nou sudah jelas kewaspadaan Klopp meningkat dengan keberadaan peraih lima trofi Ballon d'Or Lionel Messi. Di sejumlah pertandingan terakhirnya bersama Barcelona, Messi tampil gemilang dan nyaris tidak bisa dihentikan. Dari 27 penampilan terakhirnya bersama Los Cules, pemain berjuluk La Pulga sudah mengemas 29 gol.
Tugas berat mengawal atau menutup ruang gerak Messi tampaknya tidak akan dibebankan kepada Virgil van Dijk seorang. Karena tentunya Klopp menyadari, menjatuhkan Messi bisa merugikan timnya.
Jadi paling tidak rencana memotong pasokan bola bagi lini depan Barcelona, khususnya Messi, bisa dilakukan. Yaitu dengan memainkan pressing ketat, khususnya di lini tengah terhadap Sergio Busquets dan Ivan Rakitic. Permainan yang pastinya bakal menguras fisik para penggawa The Reds.
Barcelona memang memiliki Messi, namun bukan berarti jawara La Liga itu sudah dipastikan menang. Karena serangan balik Liverpool tentunya sangat diwaspadai oleh sang entrenador, Ernesto Valverde.
Valverde tentunya sudah menebak apa yang ada di benak Klopp. Yaitu membiarkan Barcelona menguasai bola dengan tujuan menarik para pemain ke setengah lapangan, sambil menunggu kesempatan untuk melambungkan bola ke Mohamed Salah dan Sadio Mane yang memiliki kecepatan di atas rata-rata.
Dengan demikian, Valverde wajib menekankan disiplin tinggi kepada para pemainnya, khususnya pemain bertahan. Karena dengan formasi 4-3-3, biasanya, wing back Barcelona ikut naik menyerang. Ditambah kebiasaan Gerard Pique yang masuk lebih dalam ke pertahanan lawan.
Rasanya memang cukup sulit untuk menebak strategi yang bakal diterapkan Valverde dalam menghadapi Liverpool yang memiliki pertahanan terkuat di Liga Inggris sambil mewaspadai ketajaman trisula maut tim besutan Klopp di lini terdepan. Karena bermain bertahan bukanlah filosofi Barcelona. Jadi, kita tunggu saja duel dua raksasa di Camp Nou, Kamis (2/5/2019) dini hari WIB.
Perkiraan susunan pemain Barcelona versus Liverpool di leg pertama babak semifinal Liga Champions.
Barcelona (4-3-3): ter Stegen; Alba, Lenglet, Pique, Semedo; Arthur, Busquets, Rakitic; Coutinho, Suarez, Messi.
Pelatih: Ernesto Valverde.
Liverpool (4-3-3): Alisson; Robertson, van Dijk, Matip, Alexander-Arnold; Keita, Fabinho, Henderson; Mane, Firmino, Salah.
Pelatih: Jurgen Klopp.
Statistik
Head-to-Head Barcelona vs Liverpool di delapan pertandingan
07-03-2007 Liverpool 0-1 Barcelona (UCL)
22-02-2007 Barcelona 1-2 Liverpool (UCL)
14-03-2002 Barcelona 0-0 Liverpool (UCL)
21-11-2001 Liverpool 1-3 Barcelona (UCL)
19-04-2001 Liverpool 1-0 Barcelona (UEFA Cup)
05-04-2001 Barcelona 0-0 Liverpool (UEFA Cup)
14-04-1976 Liverpool 1-1 Barcelona (UEFA Cup)
30-03-1976 Barcelona 0-1 Liverpool (UEFA Cup)
Lima pertandingan terakhir Barcelona
13-04-2019 Huesca 0-0 Barcelona (La Liga)
17-04-2019 Barcelona 3-0 United (UCL)
21-04-2019 Barcelona 2-1 Sociedad (La Liga)
24-04-2019 Alaves 0-2 Barcelona (La Liga)
28-04-2019 Barcelona 1-0 Levante (La Liga)
Lima pertandingan terakhir Liverpool
10-04-2019 Liverpool 2-0 Porto (UCL)
14-04-2019 Liverpool 2-0 Chelsea (EPL)
18-04-2019 Porto 1-4 Liverpool (UCL)
21-04-2019 Cardiff 0-2 Liverpool (EPL)
27-04-2019 Liverpool 5-0 Huddersfield (EPL)
Tag
Berita Terkait
-
Liga Spanyol: Joan Laporta Resmi Mengundurkan Diri sebagai Presiden Barcelona
-
Real Madrid Bidik Pedri! Florentino Perez Ingin Ulangi Saga Transfer Luis Figo
-
Arne Slot Murka! Keputusan Wasit soal Mo Salah Dianggap Jadi Biang Kekalahan Liverpool
-
Tekuk Liverpool di Anfield, Roy Keane Hardik Pemain Manchester City Tak Hormati Lawan
-
Joan Laporta Resmi Mundur dari Presiden Barcelona, Ada Masalah Apa?
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
Terkini
-
5 Fakta Tim The Sugar Boyz Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Nasib Orang Dzalim ke Emil Audero Sungguh Tragis
-
Badai Cedera Hantui Debut John Herdman di FIFA Series 2026
-
Mengupas St Kitts and Nevis, Lawan Perdana Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Alasan PSSI, Naturalisasi Mustahil Dilakukan Jelang FIFA Series 2026 Maret Mendatang
-
FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Tanpa Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru
-
Di Tengah Penangguhan Sanksi FIFA, Klub Malaysia Datangkan Pemain Naturalisasi Harimau Malaya
-
Kiper Futsal Azfar Burhan Kecelakaan Motor karena Buru-buru Kejar Bus Kembali ke Malang
-
Mikel Arteta Puji Setinggi Langit Pep Guardiola, Pengakuan Tulus atau Psywar?
-
Persija Jakarta Berduka, Salah Satu Gelandang Terbaiknya Meninggal Dunia