Suara.com - Eks manajer Chelsea, Antonio Conte, kini bisa bernapas lega lantaran memenangkan gugatan terkait kasus pemecatan dirinya saat masih aktif sebagai pelatih. Alhasil, manajemen The Blues harus membayar uang kompensasi sebesar 9 juta poundsterling atau setara Rp 166 miliar.
Antonio Conte dipecah pada akhir musim 2017/2018 usai Chelsea hanya finis di posisi kelima di klasemen akhir Liga Primer Inggris. Alhasil, klub asal London itu gagal lolos ke putaran final Liga Champions 2018/2019.
Selain itu, mantan pelatih Juventus tersebut terlibat perseteruan dengan direksi klub. Serta dituduh sebagai biang kepergian Diego Costa ke Atletico Madrid.
Usai diberhentikan secara sepihak, Antonio Conte pun menuntut uang sisa kontraknya sebesar 9 juta poundsterling. Namun, kubu Chelsea tak mau menuruti permintaan pelatih asal Italia tersebut.
Permasalahan antara Antonio Conte dan Chelsea pun dimulai. Melansir dari The Times, pelatih berusia 49 tahun itu lantas membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitase di Inggris.
Setelah berjalan satu tahun, pengadilan memutuskan bahwa Antonio Conte memenangkan gugatan tersebut. Chelsea diwajibkan membayarkan uang kompensasi tersebut sesegera mungkin.
Andai pihak The Blues tak segera membayarkan, maka kasus ini akan berlanjut ke jalur hukum. Kedua pihak bakal menyelesaikan permasalahan ini lewat Pengadilan Tinggi.
Sebagai informasi, Chelsea telah memecat sembilan pelatih sejak era kepemilikian Roman Abramovich. Tercatat, miliarder asal Rusia itu harus merogoh kocek hingga 90 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,6 triliun untuk uang pesangon saja.
Baca Juga: Chelsea Siap Depak Sarri, Tunjuk Frank Lampard sebagai Manajer Anyar
Berita Terkait
-
Chelsea Incar Bek Juventus sebagai Pengganti Marc Cucurella
-
Saga Transfer Fenerbahce Siap Adu Kaya dengan Klub Arab Demi Rekrut Conte dan Maldini
-
Barcelona Masih Bimbang, Chelsea Siap Tampung Marcus Rashford dari Manchester United
-
Chelsea Was-was, Marc Cucurella Diminati Barcelona hingga Real Madrid
-
Chelsea Siap Lepas Alejandro Garnacho, Klub-klub Italia Mengintai
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Erling Haaland ke Real Madrid Jika Enrique Riquelme Jadi Presiden
-
Bojan Hodak Tinggalkan Persib, Kasih Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
-
Timnas Yordania di Piala Dunia 2026, Mousa Al Tamari Memimpin, Yazan Al Naimat Resmi Absen
-
Frenkie de Jong Tetap Tenang usai Belanda Tumbang dari Aljazair Jelang Piala Dunia 2026
-
Atletico Madrid Bidik Victor Osimhen untuk Gantikan Julian Alvarez
-
Kata-kata Pelatih Mozambik Soal Persiapan Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday
-
Live Streaming dan Jadwal Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday 2026
-
Gelandang Meksiko Gilberto Mora Jadi Pemain Termuda di Piala Dunia 2026
-
Terjun ke Dunia Musik, Ansu Fati Rilis Single Perdana
-
Pelatih Spanyol Optimis Lamine Yamal Bisa Tampil di Laga Pembuka Piala Dunia 2026