Suara.com - Borneo FC harus mengubur mimpi mereka bermain mewakili Indonesia di kompetisi kasta kedua Asia, Piala AFC 2020, setelah tersingkir di semifinal Piala Indonesia. Tim berjuluk Pesut Etam itu kalah agregat 2-3 dari Persija Jakarta di babak tersebut.
Sebelumnya, Borneo FC berambisi menjadi kampiun Piala Indonesia. Dengan begitu, tim asal Kalimantan ini berhak mewakili Indonesia berlaga di Piala AFC musim depan.
Meski langkah Borneo FC harus terhenti, Pelatih Roberto Carlos Mario Gomez tetap bangga. Menurutnya, anak asuhannya sudah berjuang sekuat tenang agar bisa lolos ke final.
Sejatinya, Borneo FC tidaklah tampil buruk. Meski kalah di leg pertama dengan skor 1-2, pada leg kedua yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (6/7/2019) mereka mampu memberikan perlawanan. Meski pada akhirnya Borneo ditahan imbang 1-1 oleh Persija.
"Pemain sudah berjuang 90 menit, dan para pemain mau menang. Tetapi hasil sudah terjadi dan tidak cukup karena sejatinya Borneo membutuhkan satu gol lagi di laga kedua ini, tetapi tidak bisa membuahkan gol yang dibutuhkan," kata Gomez usia pertandingan.
"Tetapi saya mengapresiasi karena pemain sudah berjuang sekeras tenaga dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka," jelas mantan pelatih Persib Bandung ini.
Borneo sejatinya banyak memikili peluang pada pertandingan leg kedua ini. Namun, Lerby Eliandry dan kawan-kawan tidak bisa memanfaatkannya menjadi sebuah gol.
Gomez menyadari penyelesaian akhir anak asuhannya masih belum sempurna. Oleh sebab itu, akan ada evaluasi yang harus segera dilakukan.
"Hal itu mungkin saja (penyelesaian akhir) karena tim ini membutuhkan banyak opsi. Jadi harus terus menerus ada opsi untuk bisa mencetak gol," pungkasnya.
Baca Juga: Persija ke Final Piala Indonesia, Banuelos: Kerja Keras Seluruh Elemen Tim
Berita Terkait
-
Pergi Saat Lagi Sayang-sayangnya, Ryo Matsumura Tulis Perpisahan Mengharukan untuk Persija
-
Persija Jakarta Berduka, Salah Satu Gelandang Terbaiknya Meninggal Dunia
-
3 Klub Super League yang Cocok untuk Adrian Wibowo, Salah Satunya Persebaya
-
Persija Jakarta Menjadi Klub Paling Banyak Tampung Pemain Keturunan Indonesia, Siapa Saja?
-
Pelatih Arema FC Ungkap Pemicu Keributan dengan Mauricio Souza di Gelora Bung Karno Jakarta
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Hanya Bergantung Nama Jokowi, Posisi Gibran Dinilai Rentan Terdepak dari Bursa Cawapres Prabowo 2029
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Bomber Haus Gol Keturunan Indonesia: Umur 23 Tahun, 19 Laga 15 Gol, Siapa Dia?
-
Pergi Saat Lagi Sayang-sayangnya, Ryo Matsumura Tulis Perpisahan Mengharukan untuk Persija
-
Sayang PSSI Sementara Stop Naturalisasi, Padahal Bek PSV Ini Bisa Bela Timnas Indonesia
-
5 Fakta Tim The Sugar Boyz Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Nasib Orang Dzalim ke Emil Audero Sungguh Tragis
-
Badai Cedera Hantui Debut John Herdman di FIFA Series 2026
-
Mengupas St Kitts and Nevis, Lawan Perdana Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Alasan PSSI, Naturalisasi Mustahil Dilakukan Jelang FIFA Series 2026 Maret Mendatang
-
FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Tanpa Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru
-
Di Tengah Penangguhan Sanksi FIFA, Klub Malaysia Datangkan Pemain Naturalisasi Harimau Malaya