Suara.com - La Nyalla Mattalitti kembali menjadi perbincangan pecinta sepak bola Tanah Air. Hal itu tidak lepas dari pencalonannya sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI periode 2019-2023.
Ia akan bersaing dengan sembilan kandidat lainnya yang telah mendaftar, yakni Arif Wicaksono, Aven S-Hinelo, Benhard Limbong, Fary Djemy Francis, Mochamad Iriawan, Rahi, Soekasih, Sarman, Vijaya Fitriyasa, dan Yesayas Oktavianus.
Pencalonan La Nyalla pun mendapat sorotan publik. Tidak sedikit yang heran karena pria asal Makassar itu sejatinya telah mendapat jabatan penting di pemerintahan, yakni sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024.
Terlebih, La Nyalla juga memiliki sepak terjang yang kurang cemerlang ketika menjabat sebagai Ketum PSSI. Ya, La Nyala sudah pernah menjadi Ketua Umum PSSI pada periode 2015-2019.
Pengusaha dan tokoh besar di Jawa Timur itu terpilih sebagai Ketum PSSI setelah mengantongi suara terbanyak dalam Kongres Luar Biasa PSSI di Hotel JW Marriott, Surabaya, pada 17 Maret 2015.
Namun, kepemimpinan La Nyalla terbilang jauh dari kata positif. Pada era kepemimpinannya, PSSI dibekukan oleh FIFA setelah adanya intervensi pemerintah melalui Kemenpora RI.
La Nyalla juga sempat didesak mundur oleh para voters setelah setahun memimpin. Hal itu karena dirinya tersandung kasus penyelewengan dana hibah saat menjadi ketua Kadin (Kamar Dagang Indonesia) Jatim 2011-2014, sebesar Rp5,3 miliar.
Kondisi PSSI pun semakin runyam setelah diterpa berbagai prahara. Alhasil, pada 3 Agustus 2016, La Nyalla resmi menyatakan mengundurkan diri dari kursi Ketum PSSI.
Namun, majelis hakim Pengadilan Tipikor memvonis La Nyalla bebas pada 27 Desember 2016. Lulusan Universitas Brawijaya itu dinyatakan tidak terbukti bersalah melakukan tindak korupsi.
Baca Juga: Dipanggil Timnas Inggris, Dua Wonderkid Chelsea Justru Dapat Peringatan
Kini, setelah sekitar tiga tahun berlalu, La Nyalla kembali mengibarkan sayap. Ia baru saja terpilih sebagai Ketua DPD RI periode 2019-2024. Ia juga siap untuk kembali memimpin PSSI periode mendatang.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut karier singkat La Nyalla di dunia sepak bola:
Pendiri Yayasan Suporter Surabaya (YSS) - 1994
Wakil ketua KONI Jatim - 2011
Ketua Asprov PSSI Jatim - 2011
Anggota Exco PSSI bidang hukum - 2011
Ketua KPSI-PSSI - 2012
Wakil Ketua Umum PSSI - 2013
Ketum PSSI - 2015
Berita Terkait
-
Komite Pemilihan: Bakal Calon Ketum PSSI Bersih dari Kasus Pidana
-
5 Berita Hits: Jabatan Ketum PSSI Ramai Peminat, Bhayangkara FC Tumbang
-
Terjadi Kesalahan Teknis, Bakal Caketum-Waketum PSSI Bertambah Satu
-
PSSI Tak Larang Ketua Umum Terpilih Rangkap Jabatan
-
Daftar Bakal Caketum, Waketum dan Calon Anggota Exco PSSI
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard