Suara.com - Timnas Indonesia U-23 mulai fokus untuk memantapkan taktik menyerang. Porsi latihan ini dilakukan lantaran pelatih Indra Sjafri sudah melakukan taktik bertahan pada latihan sebelumnya.
Porsi latihan tersebut dilakukan pada Minggu (6/10/2019), di lapangan latihan kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Sebanyak 30 pemain nampak serius melahap porsi latihan.
Melanjutkan latihan rutin, seluruh pemain fokus untuk membangun serangan. Indra Sjafri tak memberi porsi untuk latihan fisik. Sebab hal itu telah mereka dapatkan saat berada di klubnya masing-masing.
"Dua hari lalu kami fokus membenahi pertahanan. Hari ini sudah berjalan baik, dan kami mulai fokus kepada penyerangan," ungkap Sjafri dikutip dari laman resmi PSSI.
"Membentuk Timnas tak semudah yang dipikirkan, maka dari itu ada proses untuk sampai ke puncak. Jadi saya terus perbaiki apa yang kurang di dalam tim ini," tambahnya.
Lebih lanjut, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan bakal melakoni Turnamen CFA Team China 2019 yang dihelat pada 9-13 Oktober mendatang. Indra Sjafri menuturkan laga tersebut merupakan waktu untuk mencari komposisi yang sesuai untuk bertarung di ajang SEA Games 2019.
Di turnamen tersebut, Indra memboyong 26 pemain. Artinya akan ada delapan pemain yang dicoret lantaran dua slot akan dikosongkan untuk pemain senior.
"Turnamen itu kita akan mencari komposisi terbaik untuk dibawa ke SEA Games. Dari pemain terbaik di turnamen ini bakal kami gunakan karena ada pemain yang minim laga internasional,'' tutur Indra Sjafri.
''Jarak pertandingan di China memang padat. Tapi hal itu tak menjadi kendala karena pemain sudah terbiasa. Apalagi saat SEA Games nanti lebih padat," imbuhnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Fokus Perbaiki Taktik dalam Bertahan
Terpisah, gelaran SEA Games 2019 tinggal menghitung pekan. Skuat Garuda Muda terus digodok agar laga yang akan bergulir akhir November 2019, siap mereka lakoni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi