Suara.com - Pelatih Timnas Jerman, Joachim Low menilai jika sang gelandang, Emre Can memang layak mendapat kartu merah pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup C melawan tuan rumah Estonia, Senin (14/10/2019) dini hari WIB tadi.
Pada laga yang dihelat di A. Le Coq Arena, Tallinn, Jerman memang cukup kesulitan pada babak pertama setelah harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-14.
Emre Can yang diplot sebagai centre-back oleh Low pada laga ini, mendapat kartu merah direct dari wasit usai melakukan pelanggaran sebagai 'last man'.
Insiden ini juga bermula dari kesalahan mengontrol bola yang dilakukan sendiri oleh gelandang serbabisa milik Juventus itu.
Beruntung, Die Mannschaft --julukan Timnas Jerman-- tetap tampil tenang di babak kedua, dan bahkan memborong tiga gol sekaligus untuk mengamankan kemenangan telak 3-0.
Ilkay Gundogan mengemas brace pada menit ke-51 dan 57, sebelum gol Timo Werner (71') memastikan raihan tiga poin buat Jerman dari lawatan ke Tallinn.
"Melihat situasinya, Anda tidak bisa hanya mendapat kartu kuning untuk pelanggaran itu. Ya, itu adalah kartu merah. Dia (Emre Can) pantas mendapat kartu merah pada laga ini," tutur Low enggan membela sang anak asuh, sebagaimana dilansir laman resmi UEFA.
"Kami cukup kesulitan dan harus menyatukan kekuatan kembali setelah kartu merah itu. Beruntung, tim tampil baik setelah turun minum, para pemain tetap tampil tenang. Kami tidak kemasukan gol dan mencetak tiga gol. Saya sangat puas dengan performa kami," celoteh pelatih flamboyan berusia 59 tahun itu.
Berkat tambahan tiga poin, Jerman tetap menghuni peringkat kedua klasemen sementara Grup G dengan koleksi 15 poin, dengan dua matchday tersisa di babak kualifikasi ini.
Baca Juga: 5 Berita Hits: Jelang Indonesia vs Vietnam, Hasil Kualifikasi Piala Eropa
Jumlah poin Jerman sejatinya sama dengan Belanda yang ada di puncak klasemen, namun Marco Reus dan kawan-kawan kalah head-to-head.
Berita Terkait
-
Florian Wirtz Tolak Beban Status Favorit Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Panggung Tebus Dosa
-
Alasan Manuel Neuer Comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026
-
Lennart Karl, Bocah Ajaib Bayern Munich yang Diprediksi Jadi Bintang Piala Dunia 2026
-
Daftar Pemain Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026, Manuel Neuer Kembali!
-
Prediksi Starting XI Jerman di Piala Dunia 2026: Kreatif Tanpa Striker Murni
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Berapa UCL PSG usai Menang Lawan Arsenal? Ini Sepak Terjang di Champions League
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk PSG Usai Juarai Liga Champions