Suara.com - Anggota Komite Eksekutif alias Exco PSSI, Refrizal menyarankan pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy untuk segera lengser keprabon alias mengundurkan diri dari jabatannya secara sukarela.
Ini tidak lepas dari performa buruk skuat Garuda --julukan Timnas Indonesia-- di bawah kepemimpinan pelatih asal Skotlandia berusia 41 tahun itu.
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia memang hancur lebur di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Di Grup G, Stefano Lilipaly dan kolega selalu kalah dalam empat laga yang sudah dijalani.
Timnas Indonesia takluk dari Malaysia 2-3 dan Thailand 0-3 saat menggelar laga kandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Setelah itu, timnas senior dilucuti Uni Emirat Arab 0-5 saat melawat ke Dubai. Dan teranyar, armada McMenemy dipermalukan Vietnam 1-3 dalam laga kandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/10/2019) malam.
"Kalau sudah seperti ini, saran saya Simon mundur secara baik-baik ke PSSI," tutur Refrizal saat dihubungi suara.com, Rabu (16/10/2019).
"Jadi, lebih baik dia legawa dan berbesar hati untuk tidak meneruskan apa yang sudah terjadi pada saat ini. Saya rasa sudah cukup apa yang dia perlihatkan selama di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 ini," sambungnya.
Refrizal menjelaskan, Exco PSSI tidak semata-mata bisa mengambil keputusan untuk mendepak McMenemy. Sebab, ada jajaran PSSI lainnya yang berhak menentukan lanjut atau tidaknya McMenemy sebagai juru taktik Timnas Indonesia.
"Sudah dari kemarin bilang, memang timnas bermain kurang baik dan pelatih yang kita punya tidak memiliki kredibilitas," celoteh Refrizal.
Baca Juga: Alasan McMenemy Tunjuk Yanto Basna sebagai Kapten Timnas Indonesia
"Tapi kalau hanya saya yang bilang, saya tidak memiliki kepentingan untuk bicara soal pelatih timnas saat ini," ia menambahkan.
Keinginan Refrizal agar McMenemy mundur bukan tanpa asalan. Sebab, saat penunjukan McMenemy sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada akhir Desember 2018 lalu, Refrizal adalah salah satu anggota Exco PSSI yang tidak setuju.
"Saya rasa jika dia berbicara secara baik-baik akan lebih bisa diterima. Dia mundur secara baik-baik. Selain itu, jika dia memang meminta apa yang perlu diselesaikan, ya pasti kami dari PSSI akan kami selesaikan," tandasnya.
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat