Suara.com - Liverpool baru saja memperpanjang rekor tak terkalahkan di Liga Primer Inggris. Teranyar, The Reds sukses mempecundangi tuan rumah Wolverhampton Wanderers dengan skor 2-1 di Molineux Stadium, Jumat (24/1/2020) dini hari WIB.
Dua gol Liverpool dicetak oleh Jordan Henderson dan Roberto Firmino. Sementara satu gol balasan dari Wolves dicetak oleh Raul Jimenez.
Berkat kemenangan ini, Liverpool pun menciptakan rekor baru. Melansir dari catatan Opta, pasukan Jurgen Klopp kini menyamai catatan tak terkalahkan Chelsea di 40 pertandingan di liga (musim 2004/2005).
Liverpool hanya kalah dari Arsenal kala berhasil mencetak rekor invincible pada musim 2003/2004. Kala itu The Gunners tak tersentuh di 49 laga secara beruntun.
Sementara jika dihitung di skala Eropa, Liverpool kalah jauh dari AC Milan. Pasukan Jurgen Klopp terpaut 18 kemenangan dari Rosonerri yang menorehkan 58 kemenangan pada 1991 hingga 1993.
Kendati demikian, Liverpool diyakini masih bisa memperpanjang rekor tak terkalahkan. Mengingat mereka sejauh ini selalu tampil impresif di setiap pertandingan.
Sepanjang Liga Primer Inggris 2019/2020, Liverpool sudah mengemas 22 kemenangan dari 23 laga, sementara satu laga sisa berakhir imbang.
Satu-satunya hasil imbang didapat Liverpool kala menyambangi markas Manchester United. Kala itu kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1.
Menariknya, Liverpool justru kalah dari tim Divisi Championship, Nottingham Forest. Klub yang juga berjuluk The Reds itu pernah melahirkan rekor tak pernah kalah dalam 42 laga pada musim 1977-1978 dan berhasil menjadi juara liga.
Baca Juga: Liverpool Taklukkan Wolverhampton, Sadio Mane Dibekap Cedera
Berikut daftar klub dengan rentetan kemenangan terpanjang sepanjang sejarah di Eropa.
1 AC Milan (1991-93) - 58 laga
2 Bayern Munich (2012-14) - 53 laga
3 Arsenal (2003-04) - 49 laga
- Juventus (2011-12) - 49 laga
4 Barcelona (2017-18) - 43 laga
5 Nottingham Forest (1977-78) - 42 laga
6 Chelsea (2004-05) - 40 laga
- Fiorentina (1955-56) - 40 laga
- Liverpool (2019-20) - 40 laga
7 Real Sociedad (1979-80) - 38 laga
Berita Terkait
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Aston Villa Hancurkan Nottingham Forest 4-0, Lolos ke Final Liga Europa
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
Eksodus Bintang Anfield: Owen Sebut Liverpool Butuh 'Operasi' Besar usai Ditinggal Mohamed Salah
-
Dikaitkan dengan Chelsea, Felipe Luis Mulai Urus Lisensi UEFA Pro
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati