Suara.com - Laga uji coba keempat dilakoni tim nasional Indonesia U-19. Selasa (28/1/2020), timnas U-19 kembali menghadapi Seongnam FC di Alpine Football Camp Training, Chiang Mai, Thailand.
Di pertandingan yang berlangsung Selasa pagi waktu Thailand, timnas U-19 kembali menelan kekalahan 4-1.
Kekalahan tersebut merupakan kekalahan kedua timnas U-19 dari Seongnam FC, dan kekalahan keempat Amiruddin Bagas dan kawan-kawan di uji coba.
Di pertemuan pertama kontra Seongnam, timnas U-19 kalah dengan empat gol tanpa balas. Namun di laga kali ini, meski kalah, paling tidak satu gol berhasil dilesakkan ke gawang klub K League 1 tersebut.
Adalah Irfan Jauhari yang mencetak gol pagi tadi, di latihan tanding melawan Seongnam FC. Skor 1-4 menjadi penutup laga tersebut. Golnya, berawal dari tendangan penjuru, umpan pendek ke pemain yang bernama Irvan, lalu umpan lambungnya diselesaikan oleh sundulan Irfan Jauhari.
Satu gol Irfan ke gawang Seongnam membuat manajer pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong tersenyum lebar. Menurutnya, sebiji gol tersebut menjadi bukti perkembangan dari latihan intens yang dilakoni para pemain di Thailand.
“Progres positif terlihat disini, pemain terus berkembang. Pagi hari ini, kami mendapat kesempatan berlatih tanding lagi melawan Seongnam FC, kami bisa mencetak satu gol,” ungkap Shin Tae-yong seperti dikutip dari laman resmi PSSI.
Selama berada di Thailand, termasuk laga kontra Seongnam FC pada Selasa, empat laga uji coba melawan tim K-League 1 dan tim universitas dilakoni timnas U-19. Format latih tanding pun selalu sama, yaitu 3x30 menit.
Pertama, mereka bermain dengan salah satu klub Universitas, bernama Kyung Hee University. Dimana timnas U-19 harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2. Di laga kedua, timnas U-19 bermain 0-4 melawan Seongnam FC.
Baca Juga: Timnas U-19 Telan Tiga Kekalahan, Shin Tae-yong: Saya Tidak Bicara Hasil
Di laga ketiga menghadapi Busan IPark yang baru promosi ke K League 1, Senin (27/1/2020), timnas menelan kekalahan 5-1.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Tegaskan Kesiapan Sumut Jadi Tuan Rumah AFF U-19 2026
-
Nova Arianto Bicara Tekanan Juara Bertahan Usai Timnas Indonesia Segrup Vietnam di AFF U-19 2026
-
Erick Thohir Tak Ikut Campur soal Hasil Piala AFF U-19 2026
-
Hasil Drawing Piala AFF U-19 2026, Timnas Indonesia Menghadapi Rival Klasik Vietnam
-
Tunjuk STY Jadi Penasihat Teknis, Timnas Football 7 Indonesia Bakal Tanding di Italia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati