Suara.com - Presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF) Noel Le Graet memuji keputusan UEFA menunda Piala Eropa 2020 hingga tahun depan di tengah pandemi virus corona.
Usai konferensi video, termasuk semua 55 anggota asosiasi pada Selasa (17/3/2020), UEFA mengkonfirmasi keputusannya untuk menunda Piala Eropa 2020 Euro dan menetapkan tanggal baru yaitu 11 Juni 2021.
Penundaan ini memberikan waktu tambahan bagi musim liga - liga domestik Eropa untuk menyelesaikan kompetisi setelah hampir semua liga diberhentikan untuk memerangi penyebaran virus Corona atau COVID-19.
"Federasi Sepakbola Prancis sepenuhnya mendukung keputusan UEFA untuk menunda Euro 2020 hingga 11 Juni 2021 dan menyesuaikan format untuk kompetisi Eropa," kata Le Graet dalam pernyataanya seperti dlansir Sportskeeda.
"Pertandingan internasional yang direncanakan untuk Maret, termasuk dua pertandingan tim Prancis mulai 27 dan 31 Maret di Stade de France, karenanya akan ditunda secara logis hingga Juni."
"Keputusan UEFA yang bijak dan pragmatis ini memungkinkan sepenuhnya mendaftar dalam urgensi dan prioritas aksi kolektif guna melawan virus corona, sambil mempertimbangkan untuk mengakhiri kompetisi profesional dan amatir nasional hingga Juni."
FFF telah menangguhkan semua pertandingan sepakbola di divisi ketiga ke bawah. Liga Sepakbola Profesional (LFP) memutuskan untuk menangguhkan Ligue 1 dan Ligue 2 sampai waktu yang belum ditentukan.
Virus corona atau Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi minggu lalu dan telah menginfeksi hampir 189.000 orang sejak kemunculannya di Cina akhir tahun lalu.Perancis memiliki 6.633 kasus virus yang dikonfirmasi.
Baca Juga: Sean Dyche Menjadi Manajer Terbaik Liga Inggris Edisi Februari
Berita Terkait
-
Panas! Presiden FIFA Gianni Infantino Ingin Cabut Sanksi Rusia, UEFA Lawan Mati-matian
-
Hasil Lengkap Undian UEFA Nations League 2026/27: Inggris Satu Grup dengan Spanyol
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
Jerman Serukan Boikot, Prancis Pasang Badan untuk Piala Dunia 2026
-
Inntip Momen Keakraban Macron Sambut Prabowo di Paris, Ada Pelukan Hangat saat Jamuan Pribadi
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan