Suara.com - Presiden FIFA Gianni Infantino meminta insan sepak bola dunia untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk dari dampak pandemi COVID-19. Infantino berjanji, di situasi terburuk pun, FIFA tidak akan meninggalkan anggotanya. Meski dirinya tidak bisa menjamin kapan sepak bola dunia bisa kembali bergulir.
Di masa yang sulit seperti ini, di mana kompetisi domestik, regional dan juga internasional terhenti, FIFA dikabarkan tengah berjuang. Bahkan FIFA disebut-sebut merogoh kocek yang tidak sedikit untuk membantu anggota-anggotanya yang mulai kesulitan keuangan.
"Kesehatan yang pertama, baru yang lain," tegas Infantino.
"Untuk para manajer, berharaplah yang terbaik tapi juga bersiap untuk yang terburuk," sambungnya dikutip Football Italia dari La Gazzetta dello Sport.
"Tanpa panik, mari kita perjelas situasinya: Kita akan kembali bermain ketika tidak ada kesehatan satu orang pun yang terancam."
"Federasi dan Liga siap mengikuti rekomendasi pemerintah dan WHO. Saya berterima kasih kepada para dokter, perawat dan mereka yang mengambil risiko terjangkit (virus corona) demi menyelamatkan orang lain. Mereka adalah pahlawan."
"Mari kita selamatkan sepak bola bersama-sama."
Pandemi COVID-19 atau penyebaran virus corona yang terjadi di seluruh penjuru dunia telah mengakibatkan industri sepak bola terhenti.
Bukan hanya liga-liga domestik yang terhenti, gelaran kompetisi Eropa seperti Liga Champions dan Liga Europa, turnamen Piala Eropa 2020 juga dihentikan.
Baca Juga: Kesaksian Pilu Bek Atalanta, Virus Corona Jadikan Bergamo Kota Hantu
Kasus infeksi Virus Corona-COVID-19 di seluruh dunia, per hari Minggu (22/3/2020), telah mencapai 307.277 kasus, dan ada 92.372 yang telah dinyatakan sembuh.
Sementara di Indonesia, per hari Senin I23/3/2020), 579 orang dinyatakan positif corona dengan 49 angka kematia dan 30 orang pasien yang berhasil disembuhkan.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Balogun, Trump dan FIFA: Retaknya Kepercayaan pada Fair Play
-
Timnas Iran Olok-olok Kekalahan Amerika Serikat dari Belgia
-
Amerika Serikat Dibantai Belgia meski 'Dibantu' FIFA, Pochettino: Kami Harus Belajar
-
Presiden FIFA Ogah Ngaku Telpon dari Donald Trump Soal Kartu Merah Folarin Balogun
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
Terkini
-
Persib Akui Raup Cuan Besar dari Transfer Andrew Jung
-
Ole Romeny Selangkah Lagi Gabung Fortuna Sittard, Siap Satu Tim dengan Justin Hubner
-
Datangkan Striker Montenegro Balsa Sekulic, Lini Depan Persib Bandung Makin Ngeri
-
Timnas Iran Olok-olok Kekalahan Amerika Serikat dari Belgia
-
Oxford United Tak Diundang ke Piala Presiden 2026, Erick Thohir Bantah karena Cedera Ole Romeny
-
Pratama Arhan Ungkap Alasan Gabung Persija Jakarta, Shin Tae-yong Jadi Faktor Kunci
-
Amerika Serikat Dibantai Belgia meski 'Dibantu' FIFA, Pochettino: Kami Harus Belajar
-
Presiden FIFA Ogah Ngaku Telpon dari Donald Trump Soal Kartu Merah Folarin Balogun
-
Kalahkan Portugal, Spanyol Pecahkan Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Persebaya Surabaya Datangkan Bek Tanjung Verde! Gali Freitas 'Disekolahkan' ke Madura United