Suara.com - Para petinggi La Liga memutuskan untuk menghentikan kompetisi musim ini tanpa batas waktu. Keputusan tersebut diambil menyusul jumlah korban meninggal di Spanyol akibat pandemi virus corona atau COVID-19 terus meningkat.
Pertandingan La Liga telah dihentikan sejak akhir pekan pertama di bulan Maret dan keputusan penundaan selama dua pekan diumumkan pada pekan berikutnya.
Sekarang La Liga dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menegaskan jika tidak akan ada kompetisi profesional di Spanyol sampai pemerintah memberikan lampu hijau.
"Komisi Pemantau yang dibentuk oleh Perjanjian Koordinasi RFEF-La Liga saat ini menyetujui penangguhan kompetisi sepak bola profesional sampai otoritas Pemerintah Spanyol memberikan lampu hijau tanpa adanya resiko kesehatan apa pun," ujar La Liga dan RFEF dalam sebuah pernyataan bersama yang dilansir Sky Sports yang dipantau di Jakarta Senin (23/3/2020).
"Baik RFEF dan La Liga ingin menyampaikan rasa terima kasih terbesar kami kepada semua orang yang mendedikasikan upaya terbaik mereka untuk memberikan layanan kepada warga Spanyol dan juga menyatakan belasungkawa kepada semua orang yang telah meninggal serta sambutan hangat dari dunia sepak bola kepada banyak keluarga yang kehilangan orang yang tercinta."
Saat ini lebih dari 2.000 orang meninggal di Spanyol karena COVID-19, menurut angka terbaru yang dirilis pada Senin (23/3/2020).
Berita Terkait
-
Joan Laporta Tuduh Ada Tangan-tangan Tak Tampak Ingin Barcelona Gagal Juara La Liga
-
Joan Laporta Resmi Mundur dari Presiden Barcelona, Ada Masalah Apa?
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Eks Bomber Liverpool: Jika Saya Jadi Carrick, Benjamin Sesko Akan Duduk Manis di Bangku Cadangan
-
11 Laga Tersisa, Jarak Sisa 2 Poin, Pep Guardiola Bikin Dengkul Arteta Gemetar
-
Maarten Paes Jadi Tembok Sulit Ditembus, Pelatih NEC Frustasi: Harusnya Kami Menang!
-
Fred Grim Soroti Kelemahan Ajax Usai Ditahan NEC 1-1, Kritik Maarten Paes?
-
Real Madrid Berpotensi Dikudeta Barcelona, Alvaro Arbeloa Salahkan Wasit
-
Cerita Zinedine Zidane Tak Umbar Iman Islam: Puasa, Salat Bukan Buat Pencitraan
-
Eks Direktur Liverpool Bongkar Teori Konspirasi 115 Tuduhan Pelanggaran Finansial Man City
-
Hajar Persebaya, Mario Lemos Puji Performa Luar Biasa Persijap Jepara
-
Persis Solo Imbang Lagi dan Makin Terbenam, Milomir Seslija Salahkan Hal Ini
-
Kebijakan Tarif Donald Trump Bikin Resah Negara Peserta Piala Dunia 2026, Seruan Boikot Menguat?