Suara.com - Hubungan dua sosok di pucuk pimpinan PSSI, yakni ketua umum Mochamad Iriawan dan wakilnya, Cucu Somantri belakangan dikabarkan tidak harmoni alias sedang clash. Ini setelah adanya isu yang melibatkan keduanya.
Baru-baru ini sempat heboh kabar soal Cucu, yang juga merupakan Direktur Utama PT LIB selaku operator kompetisi Liga 1 2020, menerapkan praktik nepotisme dengan menjadikan sang anak, Pradana Aditya Wicaksana sebagai General Manager (GM) PT LIB.
Sebelum kejadian ini, Iriawan juga disebut-sebut sudah melakukan praktik serupa. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mendaulat adik iparnya, Maaike Ira Puspita, sebagai Wakil Sekjen PSSI.
Jabatan tersebut sendiri di PSSI sejatinya tidak pernah ada pada kepengurusan sebelum-sebelumnya.
Situasi makin keruh ketika Cucu beberapa kali dianggap salah bicara kepada media. Salah satunya saat ia menyebut Maaike ira bakal mengisi posisi Sekjen PSSI usai Ratu Tisha Destria mundur baru-baru ini.
Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh beberapa anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Bahkan, cibiran juga muncul bahwa Cucu harus lebih paham statuta PSSI.
Terkait hal ini, jurnalis senior yang juga komentator sepakbola kenamaan Tanah Air, M Kusnaeni, mengaku prihatin.
Pria yang akrab disapa Bung Kus itu pun meminta kedua pihak, yakni Mochamad Iriawan dan Cucu Somantri segera bicara empat mata dan mengakhiri kekisruhan ini.
"Akhir-akhir ini saya merasakan keprihatinan yang mendalam terhadap PSSI. Dua pucuk pimpinan PSSI seperti saling bersilang jalan dan pemikiran dalam sejumlah isu krusial," sesal Kusnaeni dalam keterangan resminya, Senin (27/4/2020).
Baca Juga: Di Tengah Pandemi dan Lockdown, Lyon Desak Memphis Depay Perpanjang Kontrak
"Sebelum terlalu jauh, ini baiknya segera diakhiri, diselesaikan agar tidak ada 'penumpang gelap' yang masuk membawa kepentingannya sendiri dan menodai kekhusyukan bulan Ramadan," kata Bung Kus.
"Caranya sederhana saja; tabayyun. Ini tradisi dan cara kaum muslim untuk menyelesaikan masalah. Pak Iwan Bule dan Pak Cucu sebaiknya segera bertemu dan hanya berdua. Bertemu lagi dengan senyum, tawa dan semangat yang sama saat kampanye untuk KLB PSSI, beberapa bulan lalu," tuturnya.
Menurut Kusnaeni, jika benar memang ada kerenggangan, maka itu akan sangat tidak bagus. Pasalnya di situasi saat ini, PSSI membutuhkan kekuatan yang solid untuk menyelesaikan masalah.
"Saya menaruh harapan besar kepada mereka untuk kembali bergandengan tangan. Karena kita butuh kepemimpinan yang solid itu di tengah situasi sulit akibat pandemi (COVID-19) ini. Lebih dari itu, soliditas PSSI itu prasyarat mutlak untuk tantangan yang lebih besar; Piala Dunia U-20 (yang akan dihelat di Indonesia pada 2021," celoteh Bung Kus.
"Ini pertaruhan harga diri bangsa, dan PSSI adalah ujung tombaknya. Saya berharap para pimpinan PSSI mendengar suara hati publik sepakbola Indonesia," lanjut pria berkacamata yang juga pernah mencalonkan diri menjadi Wakil Ketua Umum PSSI itu.
"Mumpung masih dalam suasana HUT PSSI, mari kita kembali ke spirit utama kita bahwa PSSI ini adalat alat perjuangan bangsa. Lupakan ego dan kepentingan individu maupun kelompok. Kita harus kembali melangkah bersama membangun PSSI, membuat Indonesia bangga," pungkas Kusnaeni.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Ogah Sepak Bola Wanita Jadi Proyek Sesaat: IWL Harus Berumur Panjang
-
Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Singgung 14 Pemain Absen Bela Timnas Indonesia
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Beda dengan PSSI, AFC, dan CONCACAF Serang Infantino Secara Terbuka
-
Erick Thohir Ada Agenda sebagai Menpora, PSSI Tunda Evaluasi Kegagalan John Herdman
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat