Bola / Bola Dunia
Sabtu, 13 Juni 2020 | 05:30 WIB
Mantan penyerang Timnas Argentina, Gabriel Batistuta. [DANIEL GARCIA / AFP]

Batistuta juga masih memegang rekor sebagai sebagai satu-satunya pemain dalam sejarah sepakbola yang mampu mengemas dua hat-trick di edisi Piala Dunia yang berbeda.

Batistuta juga memenangi Copa America secara berturut-turut (1991 dan 1993) serta Piala Konfederasi 1992 bersama timnasnya.

Meski dengan segala pencapaian hebat di level klub dan timnas tersebut, momen terdekat Batigol untuk memenangi Ballon d'Or hanyalah peringkat empat pada penganugerahan tahun 1999.

2. Romario

Mantan penyerang Timnas Brasil, Romario Faria. [AFP PHOTO / Robyn BECK]

Romario Faria adalah legenda sepakbola Brasil yang tak hanya haus gol, namun juga memiliki kemampuan all-round yang sangat baik sebagai seorang penyerang.

Rajin turun ke belakang untuk menjemput bola dan juga memiliki kreativitas yang mumpuni, tak ayal Romario kerap menjalin partnership yang apik dengan striker-striker top dunia pada masanya. 

Memulai karier klubnya di Brasil, Romario lantas hijrah ke Eropa untuk gabung dengan raksasa Belanda, PSV Eindhoven pada 1988.

Romario praktis benar-benar mendominasi Eredivisie. Rekornya sangat fenomenal; 165 gol dari 167 pertandingan dalam lima musim!

Romario kemudian menjadi bagian dari 'Dream Team' Johan Cryuff di Barcelona. Di Camp Nou, Romario pun menjalin kombinasi yang apik dengan sang tandem, yakni penyerang legendaris Bulgaria Hristo Stoichkov.

Baca Juga: Corentin Tolisso Santer Dikaitkan dengan Manchester United, Agen Buka Suara

Setelah menaklukkan panggung Eropa, Romario kemudian mudik ke negara asalnya. Romario lantas mencatatkan namanya di urutan kedua daftar top skor sepanjang masa Liga Brasil dengan torehan 154 gol.

Di penghujung kariernya, Romario sempat merumput di Qatar, Amerika Serikat dan Australia sebelum benar-benar pensiun pada 2010.

Di level internasional, pencapaian Romario pun bukan 'kaleng-kaleng'.

Penyerang yang memiliki pusat gravitasi rendah dengan tubuh mungil layaknya Lionel Messi tersebut mengemas 55 gol dari total 70 penampilan bersama Timnas Brasil.

Romario pun ada di urutan keempat daftar top skor sepanjang masa Selecao.

Romario sendiri menasbihkan dirinya sebagai legenda sepakbola Brasil usai membawa negaranya kampiun Piala Dunia 1994, termasuk juga memenangi Golden Ball di akhir turnamen.

3. Cafu

Mantan kapten Timnas Brasil, Cafu (kanan). [AFP PHOTO/VANDERLEI ALMEIDA]

Hanya sedikit defender di muka bumi ini yang berhasil memenangi Ballon d'Or, dengan bek terakhir yang menyabet trofi prestisius tersebut adalah Fabio Cannavaro pada 2006 silam.

Well, fullback legendaris Timnas Brasil, Cafu jelas layak memenangi Ballon d'Or. Akan tetapi, pesepakbola elegan yang satu ini memang gagal mendapatkannya sampai ia menutup karier pada 2008 silam.

Sebagai bek sayap, Cafu memang komplet. Tangguh dalam bertahan, ia juga sangat menakutkan kala melakukan penetrasi ataupun menyisir flank.

Di awal kariernya, Cafu sukses memenangi gelar bersama Sao Paulo maupun Palmeiras di Brasil.

Karier klubnya tambah gemilang lagi saat hijrah ke Eropa dengan panji Real Zaragoza, AS Roma, serta AC Milan. 

Selain kualitasnya sebagai fullback yang tak terbantahkan, Cafu juga memiliki jiwa kepemimpinan yang patut diacunggi jempol.

Memperkuat Timnas Brasil di empat edisi Piala Dunia, sampai detik ini Cafu juga menjadi satu-satunya pemain yang mampu tampil di tiga laga final pesta sepakbola terbesar itu (1994, 1998, 2002).

Cafu sukses memenangi dua dari tiga final tersebut, dengan yang terakhir ia berstatus kapten Timnas Brasil yang mengangkat trofi Piala Dunia.

Tak ketinggalan, Cafu juga ikut andil membawa Brasil menggondol gelar Copa America sebanyak dua kali.

Load More