Bola / Bola Indonesia
Rabu, 09 September 2020 | 04:05 WIB
Ketua Umum PSSI terpilih Mochamad Iriawan menyampaikan konferensi pers usai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu (2/11/2019). Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu terpilih menjadi ketua umum PSSI untuk periode 2019-2023 setelah meraih 82 suara dari 85 pemilik suara (voter). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Suara.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menjelaskan pihaknya tidak punya uang untuk membangun kantor pribadi dan lapangan untuk kepentingan tim nasional Indonesia. Oleh karenanya, Iriawan memohon kepada pemerintah agar bisa mewujudkan keinginan PSSI ini.

"Jujur kami PSSI tidak mampu beli tanah di sekitar Jakarta untuk kepentingan sepakbola. Maka itu kami mengajukan ke pemerintah dan sudah kami ajukan," kata Iriawan saat ditemui di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

"Sampai sekarang, kan masih menyewa (lapangan dan kantor). Lihat federasi lain, di depan kantornya sudah ada lapangan sepak bola," tambahnya.

"AFC (Konfederasi Sepakbola Asia) saja di depan kantornya ada beberapa lapangan sepakbola. Di Manila, Filipina, di depan kantor federasinya ada lapangan sepakbola."

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat memberikan keterangan pers terkait kompetisi musim 2020 di Kantor PSSI, Gedung Fx, Jakarta, Minggu (28/6/2020). (Suara.com / Adie Prasetyo Nugraha).

Oleh sebab itu, PSSI intensif melakukan komunikasi dengan pemerintah menyangkut pemenuhan infrastruktur yang dibutuhkan PSSI.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini mengaku sudah mengajukan permohonan kepada pemerintah agar keinginan PSSI bisa terwujud.

"Kami sudah ajukan ke pemerintah, ke Pak Presiden lewat Pak Menpora. Kami berharap kantor yang megah jika FIFA datang, besar sepak bola Indonesia ini," harapnya.

Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Shin Tae-yong (keempat kanan) memberikan arahan kepada pemain usai memimpin sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Iriawan menambahkan, tanpa bantuan pemerintah, Timnas Indonesia U-19 tak bisa melakukan training camp (TC) di Kroasia. Sebab, berhentinya kompetisi akibat pandemi COVID-19 membuat keuangan PSSI juga ikut terhambat.

Dana dari sponsor tak bisa dikeluarkan karena tidak ada kegiatan seperti kompetisi. Oleh sebab itu, sinergi antara PSSI dan pemerintah perlu dilakukan, apalagi Indonesia akan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Besutan Shin Tae-yong Dibuat Remuk Kroasia 7-1

"Memang hidupnya federasi itu dari sponsor. Karena COVID-19 ini sponsor tidak mau memberikannya karena tidak ada kegiatan," pungkasnya.

Load More