Suara.com - Pemain sayap Persib Bandung Febri Hariyadi menilai kompetisi liga 1 2020 akan berjalan berat seiring dengan hanya diperbolehkannya klub menggunakan jalur darat saat tur tandang guna meminimalisir dari tertular virus corona penyebab COVID-19.
Dikutip dalam laman resmi klub yang dipantau dari Jakarta, Selasa (15/9/2020), lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia dipusatkan di Pulau Jawa dan setiap tim hanya diperbolehkan menjalani tur tandang dengan bus. Dengan demikian, waktu pemulihan juga akan semakin pendek karena jeda pertandingan hanya empat sampai lima hari.
"Tentu semua pemain dan tim mengalami hal sama, karena momen kali ini sangat berbeda dari sebelumnya. Perjalanan darat yang panjang. Apalagi jika waktu recovery hanya sedikit, tentu tidak mudah," kata Febri.
Pemain timnas Indonesia itu juga mengatakan perlu persiapan fisik serta mental yang matang disamping sisi taktikal. Dengan begitu, para pemain tak akan mudah lelah dan siap menjalani laga lanjutan Liga 1 2020.
"Kami harus lebih mempersiapkan diri agar lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Kondisinya seperti ini, dan sebisa mungkin harus menjalaninya dengan baik," katanya.
Sementara itu, pelatih Persib Robert Rene Alberts masih fokus menyoroti masalah teknik, stamina, dan tingkat kecepatan pemain. Menurutnya, hal ini penting sebelum melangkah ke tahap selanjutnya.
"Kami melihat progres setelah menganalisa dan memastikannya dengan metode yang benar melalui penampilan mereka di pertandingan. Saat ini, kami masih memperhatikan hal-hal mendasar," kata Robert seperti dimuat Antara.
Robert melihat anak-anak asuhnya masih keteteran dalam hal-hal teknik dasar. Hal itu terlihat dari serangkaian uji coba yang dilakukan Maung Bandung. Ia pun akan terus membenahi sebelum tim diberikan menu latihan taktikal.
"Kami belum masuk ke tahap taktikal tim. Karena hasil yang kami harapkan nanti tidak akan baik, jika taktik dibangun tanpa prinsip teknik dasar," pungkasnya.
Baca Juga: 10 Tahun Berjuang, Legenda Tim Dinamit Brian Laudrup Sembuh dari Kanker
Berita Terkait
-
Frans Putros Hengkang, Ini Respon Pelatih Persib Bandung
-
Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung
-
Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Nasib Emil Audero Menggantung di Italia, Hijrah ke Super League Juga?
-
Eks Liga Inggris Bongkar Kondisi TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi