Suara.com - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp menegaskan timnya tidak menganggap remeh juara Denmark, Midtjylland, yang akan menyambangi Anfield untuk laga matchday 2 Grup D Liga Champions 2020/2021, Rabu (28/10/2020) dini hari WIB nanti.
Midtjylland merupakan tim yang baru pertama kalinya tampil di pentas Liga Champions.
Musim ini mereka lolos ke fase grup setelah bisa melewati hadangan tim-tim yang lebih diunggulkan seperti Young Boys dan Slavia Praha di babak kualifikasi.
Kendati demikian, sepekan lalu Midtjylland menandai debutnya dengan kekalahan telak 0-4 di kandang sendiri saat menghadapi Atalanta, tim yang musim lalu berstatus debutan tapi tampil mengejutkan.
"Memang hasilnya 4-0, tetapi pertandingannya tidak tampak demikian, mereka terlihat tampil bersaing dan memiliki penguasaan bola yang hampir seimbang," kata Klopp seperti dilansir laman resmi Liverpool.
Klopp menegaskan bahwa timnya memiliki sebuah tantangan baru, sebab ia menilai Midtjylland punya karakter permainan yang fleksibel.
"Kami tidak melihat mereka sebagai sebuah klub kecil, melainkan sebuah tim yang bisa menghadirkan tantangan di grup ini," katanya.
"Tak seorang pun ada di grup ini karena mereka berasal dari kota yang indah atau semacamnya, mereka di sini karena bisa bermain sepak bola dengan bagus dan memperoleh hak untuk tampil di Liga Champions karena performanya musim lalu," ujar Klopp menambahkan.
"Tidak ada tim yang lebih kecil di Liga Champions, hanya ada tim-tim Liga Champions. Besar dan kecilnya akan terlihat di atas lapangan, bukan di ruang konferensi pers," pungkas pelatih asal Jerman itu.
Baca Juga: Jadwal Liga Champions Nanti Malam, Real Madrid dan Liverpool Main
Sepekan lalu, Liverpool meraih hasil yang dianggap sarat keberuntungan kala menang 1-0 lawan Ajax dibantu sebuah gol bunuh diri, ketika baru memulai periode anyar tak diperkuat bek andalannya Virgil van Dijk.
Namun, akhir pekan kemarin Liverpool tampil lebih meyakinkan dengan meraih kemenangan 2-1 atas Sheffield United di Liga Inggris sebagai modal positif menyongsong kedatangan Midtjylland.
[Antara]
Berita Terkait
-
Andoni Iraola Tebar Janji untuk Liverpool: Main Menyerangn dengan Intensitas Tinggi
-
Jurgen Klopp Semakin Dekat Latih Timnas Jerman, Ini Sederet Prestasinya
-
Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga
-
Calon Manajer Koperasi Merah Putih Didominasi Perempuan, Capai 60 Persen!
-
Jaringan Tembus 1,13 Juta Agen, BRI Perkuat Penetrasi Pasar Lewat Sektor Ritel
-
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
-
Ulasan Novel Kendat, Misteri Kasus Berdarah Pulung Gantung di Desa Rangi
-
Menelusuri Lorong Sunyi JGC: Saat Kilau Bacan Rp15 Juta Tak Lagi 'Sewangi' Dulu
-
Channel YB Resmi Tayangkan ASEAN Championship Hyundai Cup 2026, Reza Arap Siapkan Beragam Program
-
Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR
-
OURBIRTHDAY Ungkap 3 Member Pertama, Girl Group Baru JYP Setelah 4 Tahun
-
Mengapa Isu Kesehatan Dinilai Lebih Efektif Mendorong Pertanian Berkelanjutan?