Suara.com - PSSI akan menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) untuk membahas situasi terkini sepakbola Tanah Air pada 20 Januari 2021. Selain nasib kompetisi, ada dua hal penting lain yang akan dibahas.
Dua hal tersebut adalah masalah Kongres Tahunan dan juga program tim nasional di 2021. Seperti diketahui, sebelumnya PSSI telah menjadwalkan Kongres Tahunan pada Februari 2021.
Adapun tim nasional dari berbagai level punya beberapa agenda di 2021. Seperti Timnas Indonesia senior yang akan bertanding di tiga laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.
Lalu, di level Timnas Indonesia U-23 ada Kualifikasi Piala Asia U-23 dan SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam. Tentunya butuh perencanaan yang matang agar semua rencana bisa berjalan dengan baik.
"Selain kompetisi, rapat Exco juga akan membahas masalah Kongres dan tim nasional Indonesia," kata Plt. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat dihubungi Suara.com lewat pesan WhatsApp, Senin (18/1/2021).
Akan tetapi, yang bakal jadi fokus perhatian adalah nasib kompetisi. Pasalnya, sudah banyak pihak yang menantikan apa yang akan diputuskan oleh PSSI.
Sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator telah melakukan pertemuan dengan peserta kompetisi. Berbagai macam masukan disampaikan untuk dibahas dalam rapat Exco.
Salah satunya adalah mayoritas klub meminta agar kompetisi musim 2020 disetop untuk fokus menghadapi yang baru. Selain itu ada beberapa klub juga yang mau kompetisi 2021 tanpa sistem degradasi.
Sekedar mengingat, kompetisi sudah tak bergulir sejak Maret 2020. PSSI dan PT LIB sempat berencana untuk melanjutkan kompetisi pada Oktober 2020, tetapi hal itu urung terwujud lantaran izin keramaian dari pihak kepolisian tak kunjung keluar.
Baca Juga: Bek Persib Minta PSSI Segera Putuskan Nasib Kompetisi
Hingga tahun berganti, PSSI dan PT LIB masih mengusahakan agar kompetisi bisa kembali bergulir dan ditargetkan mulai digelar pada Februari 2021. Namun, rencana itu terancam gagal karena izin dari kepolisian tak juga didapatkan.
Berita Terkait
-
Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
-
Panas! Ejekan Justin Hubner ke Timnas Vietnam Berbuntut Panjang
-
Klub Mees Hilgers Punya Masalah Besar, Eks Pelatih MU Dituding Jadi Biang Kerok
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan