Suara.com - Profil Alvian Sanyi akhir-akhir ini banyak dicari publik. Siapa sebenarnya Alvian Sanyi? Simak penjelasan singkatnya berikut ini.
Kabar mencuat soal seorang mantan pemain Timnas U-19 Indonesia, yaitu Alvian Sanyi yang ditangkap pihak kepolisian, pada Senin (18/01/2021) kemarin. Alvian Sanyi ditangkap karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap kekasihnya, yaitu Rana Anjani.
Kabarnya, mantan pemain Persipura Jayapura ini menganiaya Rana karena dua alasan. Alasan pertama, Alvian mengaku bahwa dirinya tersinggung diolok-olok temannya karena kalah saat bermain game online, Mobile Legend.
Kemudian alasan lainnya adalah karena pelaku kesal dengan foto profil Whatsapp milik Rana yang dianggapnya terlalu seksi dan terbuka. Lantaran dua alasan tersebut, Alvian memukul Rana hingga babak belur.
Karena kasus ini, nama Alvian mendadak ramai diperbincangkan. Hingga banyak sekali yang penasaran dengan sosok Alvian Sanyi ini. Berikut ini telah kami rangkum profil Alvian Sanyi khusus untuk Anda.
Latar Belakang Alvian Sanyi
Alvian Sanyi adalah seorang atlet muda yang sebenarnya memiliki karier yang begitu bagus. Di tahun 2017 yang lalu, dirinya pernah menjuarai Liga 1 U-19 di bawah Persipura.
Ia lahir di Abepura Jayapura, pada tanggal 16 Januari 1999. Saat ini, Alvian memiliki tinggi 172 cm dengan berat badan 59 kg.
Nama Alvian Sanyi memang sempat gemilang, tetapi sayangnya saat ini Alvian Sanyi tidak berada dalam satu klub manapun.
Baca Juga: Profil Alvian Sanyi, Eks Timnas U-19 yang Aniaya Pacarnya akibat Kalah ML
Alvian telah lepas dari Persipura Jayapura tahun 2020 yang lalu. Padahal dirinya digadang-gadang menjadi salah satu atlet yang berprestasi di masa depan.
Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi membenarkan kabar terkait penganiayaan yang dilakukan Alvian Sanyi terhadap Rana Anjani. Polisi menyebut penyebab kejadian itu karena Alvian kesal kalah dalam permainan Mobile Legends.
Selain itu, Alvian juga kesal karena Rana Anjani sering memasang foto seksi di status WhatsApp. Saat ini, Alvian Sanyi sudah dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Berdasarkan keterangan korban bahwa pelaku kesal dengan korban ketika kalah bermain game online Mobile Legends dan diolok-olok oleh teman korban ketika kalah. Kemudian pelaku saat ini dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara untuk diproses lebih lanjut," ucap Nasriadi.
Alvian Sanyi memukuli Rana hingga babak belur di kamar kosnya di Jalan Agung Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Minggu (16/01/2021).
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji