Suara.com - Barcelona menang 5-3 lewat babak tambahan waktu kala bertemu Granada
Barcelona dipaksa bersusah payah untuk singkirkan Granada menuju semifinal Copa del Rey, setelah menang 5-3 lewat babak tambahan waktu dalam laga perempat final di Stadion Nuevo Los Carmenes, Spanyol, Rabu waktu setempat atau Kamis (4/2/2021) dini hari WIB.
Granada patut kecewa atas hasil akhir pertandingan, sebab mereka sempat unggul 2-0 hingga dua menit jelang bubaran waktu normal.
Kenedy membawa Granada memimpin pada menit ke-33 setelah ia melepaskan sontekan mudah di muka gawang, menyambut umpan tarik Soro yang sukses mencuri bola dari Samuel Umtiti.
Keunggulan itu bak berkah bagi Granada sebab sepanjang babak pertama, gawang mereka diberondong setidaknya enam dari 13 percobaan tembakan yang menemui sasaran dan harus berterima kasih atas penampilan solid kiper Aaron Escandell.
Dua menit memasuki babak kedua kejutan bagi Granada berlanjut ketika Roberto Soldado mampu mengejar umpan jauh Montoro sebelum melepaskan tembakan penyelesaian dingin di hadapan kiper Marc-Andre ter Stegen.
Sejak itu, Barcelona terus membombardir pertahanan Granada sayang peluang bagus Trincao pada menit ke-63 digagalkan oleh mistar gawang.
Peluang Barcelona kembali menghantam mistar gawang pada menit ke-87 ketika bola tembakan Ousmane Dembele berubah arah karena membentur badan Carlos Neva.
Namun, rupanya itu bukan pertanda buruk bagi Barcelona melainkan untuk Granada sebab semenit kemudian Blaugrana mampu memperkecil ketertinggalan setelah tembakan Antoine Griezmann membentur tiang gawang dan mengenai badan Escandell sebelum bersarang ke dalam gawangnya sendiri.
Baca Juga: Blak-blakan Soal Messi, Koeman: Saya Berharap Dia Bertahan, Tapi Saya Ragu
Gol itu bak momentum kebangkitan yang dicari-cari Barcelona, sebab pada menit kedua injury time Jordi Alba mampu menyamakan kedudukan lewat sontekan jarak dekat menyelesaikan umpan sundulan Griezmann.
Pada pengujung waktu normal, Granada hampir mengunci kemenangan tetapi peluang terakhir mereka melalui Luis Suarez melenceng di sisi gawang dan kedua tim dipaksa melakoni babak tambahan waktu 2x15 menit.
Barcelona yang membukukan 28 percobaan tembakan sepanjang waktu normal, melanjutkan agresivitas mereka di babak tambahan dan pada menit ke-100 Griezmann mampu mencetak gol keduanya lewat sundulan menyambut umpan silang Alba demi membalikkan keadaan jadi 3-2.
Namun, keunggulan itu tak bertahan lama, sebab dua menit kemudian Granada mendapat hadiah tendangan penalti karena jegalan tak perlu Sergino Dest terhadap Neva di dalam area terlarang dan Fede Vico yang jadi algojo sukses melakoni tugasnya untuk membuat kedudukan imbang kembali.
Kendati demikian, daya juang Barcelona tak meredup sebab pada menit ke-113 Frenkie de Jong mampu merestorasi keunggulan dengan menyambar bola muntah hasil tembakan Lionel Messi yang tak dihentikan sempurna oleh Escandell.
Lantas lima menit Alba mencetak gol keduanya untuk mengamankan kemenangan Barca 5-3 atas Granada dengan tembakan voli menyambut umpan lambung Griezmann.
Berita Terkait
-
Blak-blakan Soal Messi, Koeman: Saya Berharap Dia Bertahan, Tapi Saya Ragu
-
Bertemu Messi, Mimpi Indah Murtaza Ahmadi yang Berujung Ancaman Taliban
-
Penyesalan Pelatih Barcelona Lepas Luis Suarez ke Atletico Madrid
-
Hasil Bola Tadi Malam: Liga Inggris, Coppa Italia hingga Piala Jerman
-
Kalahkan Almeria 1-0, Sevilla Melaju ke Semifinal Copa Del Rey
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Dulu Main Tanpa Alas Kaki, Ismael Diaz Kini Targetkan Panama Permalukan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa
-
Tanpa Gnabry Jerman Andalkan Lennart Karl: Ekspektasi dan Penyelamat Jerman di Piala Dunia 2026
-
Ungkap Situasi Sempat Memanas, Manajer Persib Murka Provokasi Oknum Suporter
-
Turun Kasta, Oxford United Tetap Pertahankan Dua Pemain Timnas Indonesia
-
Persib Kehilangan Taring di Lini Pertahanan, Layvin Kurzawa Absen Hingga Akhir Musim?
-
Fabio Lefundes Bongkar Kunci Comeback Borneo FC! Pergantian Pemain Jadi Mimpi Buruk Bali United
-
Jadwal Pekan 33 BRI Super League: Kandidat Juara Persib dan Borneo FC Temui Lawan Tangguh
-
Perjalanan Ajaib Fares Ghedjemis Lawan Keraguan Klub Hingga Jadi Pahlawan Timnas Aljazair
-
Jelang Laga Hidup Mati Timnas Indonesia U-17 vs Jepang, Kurnawan: Keajaiban Harus Kita Ciptakan!