Suara.com - Manajer Chelsea, Thomas Tuchel menegaskan timnya pantang untuk meremehkan FC Porto yang akan jadi lawan mereka di babak perempat final Liga Champions berdasarkan hasil undian UEFA, Jumat (19/3/2021) malam WIB.
Tuchel tak percaya dengan status unggulan. Menurutnya, hal itu tidak akan membantu Chelsea untuk memenangkan pertandingan nanti.
Juru taktik asal Jerman itu pun merujuk nasib Juventus di babak 16 besar. Berstatus sebagai unggulan, Bianconeri justru hancur di tangan FC Porto karena kalah kalah produktivitas gol tandang dalam skor agregat 4-4.
"Jelas sekarang banyak orang akan mengunggulkan kami melawan Porto. Itu tidak membantu kami. Anda bisa tanya orang-orang di Turin soal apakah status unggulan membantu Anda menang," kata Tuchel dikutip Antara dari laman resmi Chelsea, Sabtu (20/3/2021).
"Tapi kami percaya diri, dan itu semua bersumber dari penampilan kami sejauh ini. Kami menghadapi lawan sulit tetapi bisa mencapai perempat final dan sekarang mulai memikirkan cara meraih kemenangan, fokus mencapai semifinal. Kami percaya diri bisa melunasi peluang," ujarnya menambahkan.
Chelsea tiba di perempat final dengan menyingkirkan Atletico Madrid lewat kemenangan agregat 3-0, setelah menang 2-0 di leg kedua tengah pekan kemarin.
Kemenangan itu makin menghiasi masa bulan madu Tuchel di Chelsea, yang menorehkan rekor sebagai pelatih anyar yang tak terkalahkan dalam 13 pertandingan pertamanya di semua kompetisi.
Secara pribadi Tuchel mengaku senang tidak harus bertemu tim Inggris di Liga Champions, sebab menurutnya kompetisi kontinental memang sudah sewajarnya dimainkan melawan klub negara lain.
"Saya senang kami main di laga internasional tidak melawan tim Inggris. Itulah Liga Champions, saya selalu cenderung ingin menghadapi tim dari negara lain," katanya.
Baca Juga: Real Madrid Vs Liverpool, Rush Kenang Pahitnya Final Liga Champions 1981
"Saya juga senang kami akan memainkan leg kedua di kandang sendiri, memulai dengan laga tandang mungkin akan memantik sedikit keuntungan saat menutup babak di kandang sendiri," pungkas Tuchel.
Hal serupa terjadi dengan babak 16 besar ketika Chelsea harus lebih dulu bertindak sebagai tim tandang, meski pertandingan belakangan dipindahkan ke Romania karena berkaitan protokol pencegahan COVID-19.
Chelsea dijadwalkan lebih dulu bertandang ke Estadio Dragao pada 7 April untuk leg pertama sebelum menjamu Porto di Stamford Bridge pada 13 April.
Berita Terkait
-
Real Madrid Jumpa Liverpool, Zidane Enggan Remehkan The Reds
-
PSG Kembali Jumpa Bayern Munich, Pochettino Terkaget-kaget
-
Guardiola Manfaatkan Jeda Internasional untuk Analisis Borussia Dortmund
-
Real Madrid vs Liverpool di Perempat Final, Klopp: Ini Mengasyikan
-
Man City Hadapi Dortmund di Perempat Final, Begini Komentar Guardiola
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Catat Jadwalnya! Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka Piala Presiden 2026
-
Pratama Arhan Resmi Bergabung dengan Persija Susul Shin Tae-yong
-
Piala Presiden 2026 Kembali Digelar: Persib, Persija, dan 3 Tim Luar Negeri Ikut Serta
-
Salah Besar! Pelatih Norwegia Serang FIFA Usai Hukuman Folarin Balogun Dicabut
-
Skandal Memalukan Piala Dunia 2026! Lobi Donald Trump Bikin FIFA Kehilangan Wibawa
-
Erling Haaland, Kylian Mbappe, Lionel Messi, Siapa Top Skor Piala Dunia 2026?
-
Tiga Kata Neymar Umumkan Gantung Sepatu Usai Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Statistik Gila Erling Haaland Usai Bawa Norwegia Permalukan Brasil
-
Rahasia di Balik Tembok Pertahanan Timnas Argentina: Air Suci dan Kayu Aromatik
-
Persib Kunci Ragnar Oratmangoen 3 Tahun, Sinyal Serius Kuasai Liga dan Asia