Suara.com - Laga lanjutan Grup C Piala Menpora 2021 mempertemukan PSS Sleman vs Persela Lamongan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (28/3/2021) sore. Kedua tim harus puas berbagi poin satu, sebagaimana pertandingan berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Di tengah guyuran hujan, laga PSS vs Persela berlangsung alot. PSS sendiri lebih mendominasi serangan-serangan dan juga permainan, sementara Persela lebih banyak mengambil inisiatif untuk bertahan.
PSS terus mencoba menekan dengan lini serang mereka dipimpin Irfan Bachdim. Namun, Persela bermain sangat disiplin dengan lini pertahanan mereka digalang Demerson Bruno Costa.
Sampai 45 menit paruh pertama berakhir, tidak ada gol yang tercipta. Skor masih kacamata memasuki turun minum.
Menjelang babak pertama berakhir, gelandang PSS, Irkham Zahrul Mila mengalami cedera dan harus ditandu keluar lapangan. Sebagai gantinya, pelatih Dejan Antonic memasukkan Arsyad Yusgiantoro.
Di saat yang bersamaan, sang juru taktik juga memasukkan legiun asing, Nicolas Velez dan menarik keluar Ocvian Chanigio di penghujung babak pertama.
Memasuki babak kedua, PSS makin ngotot untuk mendapatkan gol. Namun di sisi lain, Persela main super defensif sehingga membuat kesulitan pemain-pemain PSS.
Sesekali Persela juga melancarkan serangan, khususnya via pemain sayap Riyatno Abiyoso yang cukup membuat kerepotan lini pertahanan PSS.
PSS hampir membuat gol pada menit ke-62 setelah terjadi scrimmage di mulut gawang Persela. Sebagian bola sempat masuk gawang tapi langsung diamankan oleh kiper Dwi Kuswanto yang menahan bola di garis gawang.
Baca Juga: Pelatih dan Pemain PSM Kecam Bom Bunuh Diri di Makassar
PSS terus menyerang. Menit ke-84, Mario Maslac mendapatkan peluang bagus untuk bikin gol setelah menyambut tendangan bebas Irfan Jaya.
Tinggal menceploskan bola saat terbebas dari penjagaan, sundulan Mario hanya melambung di atas gawang Persela.
PSS sendiri punya kans emas untuk membuka keunggulan lewat titik penalti pada injury time, setelah Persela melakukan pelanggaran di kotak 16.
Sayang seribu sayang, eksekusi Aaron Evans sangat lemah dan membuat kiper Dwi Kuswanto dengan mudah mengamankan bola.
Sampai akhir pertandingan, PSS dan Persela gagal mencetak gol. Pertandingan ini pun harus berakhir 0-0.
Bagi PSS, hasil ini merupakan kerugian tersendiri mengingat di pertandingan perdana kemarin mereka harus menelan kekalahan. PSS baru mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan.
Berita Terkait
-
Suporter Rusuh Lagi! Sanksi Komdis PSSI Tak Efektif, Sampai Kapan Sepak Bola Indonesia Begini?
-
Berstatus Juara, Garudayaksa FC Siap Bersaing di Super League 2026-2027
-
PSSI Ingatkan Sepak Bola Indonesia Masih Diawasi FIFA Usai Ricuh Suporter
-
Persaingan Makin Panas, Ini Nominasi Penghargaan Individu Pegadaian Championship 2025/2026
-
Jadwal Hidup Mati Championship, Garudayaksa FC vs PSS Sleman di Final, Persipura Tantang Adhyaksa FC
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Aturan Baru Piala Dunia 2026: FIFA Haramkan Cara Cerdik Arsenal Cetak Gol
-
Bedah Statistik: Ini Alasan Andoni Iraola Cocok Gantikan Arne Slot di Liverpool!
-
Timnas Inggris Target Juara Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Kantongi Formula Redam Cuaca Ekstrem
-
Liverpool Bidik Andoni Iraola Demi Mengembalikan Karakter Permainan Agresif di Anfield
-
Misteri Pemanggilan Vickery dan Baker ke TC Timnas Indonesia: Strategi Cerdik John Herdman?
-
Prediksinya 3 Kali Benar Semua, Ekonom Jerman Ramal Belanda Sabet Gelar Piala Dunia 2026
-
Herdman Samakan Potensi Mathew Baker dengan Bintang Kanada, Siapkan Jalur Kilat ke Timnas Senior
-
10 Tim yang Pernah Juara Back-to-Back Liga Champions: PSG Masuk Daftar Elit!
-
Karut-marut Administrasi SAFA Hambat Timnas Afrika Selatan Terbang ke Meksiko
-
3 Pemain Timnas Indonesia U-19 yang Bisa Jadi Bintang Lawan Myanmar di Piala AFF U-19 2026