Suara.com - Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Aji Santoso puas dengan performa keseluruhan para pemainnya meski gagal lolos ke semifinal turnamen pramusim Piala Menpora 2021. Aji bahkan yakin skuad Persebaya sudah siap tempur di musim baru di Liga 1, akan tapi perlu ditambah pemain asing lagi agar tim lebih mantap.
Seperti diketahui, perjalanan Bajul Ijo --julukan Persebaya-- harus terhenti di babak delapan besar Piala Menpora. Mereka dikalahkan Persib Bandung 2-3, Minggu (11/4/2021) malam WIB.
Menghadapi Persib, Persebaya sempat kelimpungan mengimbangi permainan cepat sang lawan sehingga tertinggal sampai tiga gol di babak pertama.
Namun pada babak kedua, Persebaya Surabaya mampu bermain menekan dan bisa mencetak dua gol balasan. Sayang, Persebaya akhirnya tak bisa menyamakan kedudukan.
Untuk keseluruhan, Aji mengaku puas dengan penampilan anak-anak asuhnya di Piala Menpora. Tanpa pemain asing dan didominasi wajah-wajah muda, Persebaya di perempatfinal relatif mampu mengimbangi Persib, yang terbilang lebih baik dari segi komposisi tim.
Aji pun memuji penampilan pemain-pemain muda Persebaya yang ia turunkan sepanjang perhelatan Piala Menpora 2021. Sebut saja Marselino Ferdinan, Akbar Firmansyah, Muhammad Kemaluddin, hingga Dicky Kurniawan.
"Selama pertandingan melawan Sleman, Marselino cukup bagus. Saya lihat mentalnya juga tidak ada masalah melawan pemain-pemain senior," kata Aji.
"Ini (lawan Persib) juga bagus dia main. Jadi tidak ada masalah saya memasang Marselino," sambung mantan fullback andalan Timnas Indonesia itu.
"Saya sudah sampaikan tidak ada yang salah dengan permainan pemain di Piala Menpora ini, mereka tampil sesuai dengan apa yang saya inginkan."
Baca Juga: Rohit Chand Enggan Sesumbar soal Target Juara Persija di Piala Menpora
"Saya lihat ini anak-anak sudah sangat layak untuk bisa berkompetisi musim depan.Kami siap tampil di musim baru Liga 1, tapi memang saya kira kami perlu menambah pemain asing lagi," tandas Aji Santoso.
Berita Terkait
-
Persis Solo vs Persebaya di Stadion Manahan, Polisi Siaga Penuh
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Milos Raickovic Ungkap Makna Selebrasi Saat Persebaya Menang 4-0 atas PSBS Biak
-
Ledakan Babak Kedua! Rahasia Bernardo Tavares Hancurkan PSBS Biak 4-0 Terungkap
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Pesta Gol Sekaligus 'Antar' PSBS Biak Degradasi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati