Suara.com - Ryan Mason mengukir sejarah baru dalam sepak bola Inggris menyusul kemenangan Tottenham atas Southampton pada Kamis (22/4/2021) dini hari WIB. Lelaki berusia 29 tahun itu resmi tercatat sebagai manajer termuda dalam sejarah Liga Premier usai memenangi debutnya bersama Tottenham.
Mason, mengambil alih Spurs sebagai caretaker setelah pemecatan Jose Mourinho awal pekan ini.
Di laga debutnya sebagai juru taktik, Mason berhasil membawa Tottenham mengalahkan Southampton 2-1 dalam laga tandang di Tottenham Hotspur Stadium.
Usai laga debutnya sebagai juru taktik The Lilywhites, Mason tercatat berusia 29 tahun, 312 hari.
Mason mematahkan gelar manajer termuda Liga Premier sebelumnya, yang dibukukan oleh Attilio Lombardo ketika ia mengelola Crystal Palace pada usia 32 tahun, 67 hari pada tahun 1998.
Mason juga tercatat sebagai manajer termuda yang mengelola pertandingan papan atas kompetisi sepak bola Inggris sejak Frank Sibley (29 tahun 308hari) untuk QPR vs Everton pada Oktober 1977.
Terlepas dari rekor yang baru diukirnya, Mason enggan menanggapi dengan serius. Usai pertandingan, ia hanya mengaku bangga dengan performa para pemainnya.
"Saya pikir itu fantastis, sangat bangga dengan para pemain, kata Mason kepada Sky Sports usai pertandingan.
"Begitu banyak energi, begitu banyak keberanian, terutama setelah 20-30 menit pertama juga."
Baca Juga: Tottenham Pecundangi Southampton 2-1, Debut Gemilang Pengganti Mourinho
“Saya pikir [Southampton] keluar dari blok, mereka sangat bagus di babak pertama, kami sempat dibuat kesulitan."
"Tapi para pemain menunjukkan kepercayaan, mereka berpegang pada rencana dan pujian penuh kepada para pemain atas komitmen dan keberanian mereka."
Dalam pertandingan itu, Tottenham sempat tertinggal lebih dulu usai Danny Ings menjebol gawang Hugo Lloris di menit 30.
Namun di babak kedua, The Lilywhites berhasil membalikkan keadaan lewat dua gol dari Gareth Bale di menit 60 dan eksekusi penalti Son Heung Min di menit 90.
Dengan tambahan tiga poin, Tottenham yang kini mengantongi 53 poin beranjak ke posisi enam klasemen sementara Liga Premier, menggeser Liverpool ke posisi tujuh.
Sementara Southampton yang mengantongi 36 poin dari 32 laga, tertahan di posisi 14.
Berita Terkait
-
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
-
Elkan Baggott: Saya Ragu Apakah Akan...
-
Manchester City Tantang Arsenal di Final Carabao Cup usai Hajar Newcastle 3-1
-
Arsenal Disebut Tim Terburuk, Martin Keown Serang Balik Paul Scholes
-
Kalahkan Chelsea, Mikel Arteta Sebut Final Carabao Cup 'Vitamin Terbaik' untuk Arsenal
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Optimis Lawan Iran, Brian Ick: Kami Tak Ingin Kalah di Rumah Sendiri
-
John Herdman Buka Peluang bagi Pemain Terpinggirkan Kembali ke Timnas Indonesia
-
Shayne Pattynama Berharap Timnas Indonesia juga Bisa Sehebat Tim Futsal
-
John Herdman Nilai Timnas Indonesia Layak 5 Besar Asia Dengan Skuad Saat Ini
-
Erick Thohir Buka Suara Timnas Futsal Indonesia ke Final Piala Asia 2026
-
Mentalitas Juara Iran, Tak Gentar Hadapi Teror Suporter Timnas Futsal Indonesia
-
Jelang Final Piala Asia Futsal 2027, Hector Souto: Iran yang Seharusnya Tertekan
-
Kapten Jepang Menangis di Senayan, Akui Atmosfer Indonesia Arena Bikin Merinding
-
Kutukan Iran Terhadap Pelatih Spanyol, Indonesia Punya Peluang di Final Piala Futsal Asia 2026?