Suara.com - Lolosnya Chelsea ke final Liga Champions membawa berkah tersendiri buat Thomas Tuchel. Ia sukses cetak rekor pribadi.
Chelsea ke final Liga Champions usai menyingkirkan Real Madrid dengan skor agregat 3-1 di babak semifinal. Pada leg pertama, The Blues sukses tahan imbang 1-1 dan menang 2-0 di leg kedua.
Selanjutnya, Chelsea akan menghadapi sesama wakil Inggris, Manchester City di partai puncak. Laga tersebut akan digelar di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, Sabtu (29/5/2021).
Sementara itu, bagi Tuchel adalah final kedua mereka secara berturut-turut. Ia sebelumnya mencapai partai puncak saat masih menukangi Paris Saint-Germain pada musim 2019/2020.
Namun sayang, saat itu Tuchel gagal membawa PSG juara. Les Parisiens dikalahkan Bayern Munich dengan skor tipis 0-1.
Menurut catatan Opta, Tuchel menjadi pelatih pertama dalam sejarah Piala Eropa/Liga Champions yang ke final secara berturut-turut dengan tim yang berbeda.
Sementara itu, Tuchel membeberkan kunci Chelsea bisa melenggang ke final mengalahkan Real Madrid. Adalah pertahanan yang solid membuat gawang Edouard Mendy aman.
"Di babak kedua kami memiliki struktur yang lebih baik untuk bertahan dan itu adalah kinerja yang fantastis," kata Thomas Tuchel kepada BT Sport.
"[Anda bisa kebobolan] setiap saat dalam pertandingan sepak bola tapi melawan Madrid itu selalu berbahaya. Mereka bisa mengubah ketiadaan jadi gol, jadi Anda harus selalu waspada," imbuhnya.
Baca Juga: Jadwal Final Liga Champions, Manchester City Vs Chelsea
"Bisa mempertahankan hal itu, bahkan jika Anda memiliki peluang besar yang Anda lewatkan dan Anda lewatkan lagi, untuk tidak pernah kehilangan konsentrasi, fokus, dan energi positif di lapangan - itu adalah kinerja yang luar biasa dan memang pantas didapat,'' tandas Thomas Tuchel.
Tag
Berita Terkait
-
Hansi Flick Optimistis Barcelona Bisa Comeback Lawan Atletico Madrid
-
Arne Slot Andalkan Magis Anfield untuk Comeback Lawan PSG
-
Alasan Mohamed Salah Dicadangkan Saat Arne Slot Pilih Taktik Bertahan Lawan PSG
-
Simeone Tertawa, Flick Mengamuk: Drama VAR Panaskan Duel Atletico vs Barcelona
-
Barcelona Dipermalukan Atletico, Hansi Flick Semprot Wasit: Buat Apa Ada VAR!
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
Lionel Scaloni Puji Setinggi Langit Julian Alvarez, Sebut Penyerang Idaman Setiap Pelatih
-
Juventus Optimis Bisa Gaet Alisson Becker dari Liverpool
-
Digelontor 3 Gol Lawan Bhayangkara FC, Mauricio Souza Parkir Cyrus Margono?
-
Dikritik Pengamat Tak Bisa Main, Pelatih Brasil Pasang Badan untuk Shayne Pattynama
-
Kalahkan Vietnam 3-2, Timnas Indonesia Lolos ke Final Piala AFF Futsal 2026
-
Marc Klok Kirim Psywar Jelang Persib Bandung Lawan Bali United, Apa Itu?
-
Bernardo Tavares: Tekanan Ada di Persija, Mereka 3 Kali Tanpa Kemenangan
-
Lolos ke Final AFF 2026, Timnas Futsal Indonesia Ukir Rekor 4 Kali Beruntun
-
LaLiga Buka Peluang Main di Maroko, Javier Tebas: Mengapa Tidak?