Suara.com - Persija Jakarta yang sedang mencari pelatih baru kini santer dikaitkan dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla dan juru taktik asal Brasil, Alexandre Gama. Terkait hal ini, Presiden Persija, Mohamad Prapanca masih enggan buka-bukaan ke publik.
Nama Luis Milla dan Gama memang sedang ramai dibicarakan sebagai kandidat pelatih Persija untuk Liga 1 2021-2022. Sebelumnya, Prapanca hanya mengumumkan ada lima kandidat pelatih yang sudah mengerucut jadi dua nama.
"Tapi soal detailnya, soal kandidat pelatih Persija Jakarta, itu masih rahasia," kata Prapanca di kawasan Kemang, Jakarta.
Kehadiran sosok pelatih anyar memang jadi urgensi buat kubu Persija saat ini. Pasalnya Sudirman, pelatih yang membawa Persija kampiun turnamen pramusim Piala Menpora 2021 lalu, tak bisa menukangi tim Macan Kemayoran di Liga 1 2021-2022 nanti.
Pelatih berkepala plontos itu tidak memenuhi kriteria lisensi pelatih untuk Liga 1, yakni lisensi AFC Pro. Sudirman saat ini hanya memegang lisensi A AFC.
Meski belum mengumumkan nama, Prapanca memastikan pelatih baru yang bakal menukangi Persija adalah pelatih asing.
"Yang pasti, calon pelatih Persija Jakarta harus memiliki lisensi AFC Pro. Dia juga harus cocok dengan filosofi kami. Bukan hanya soal harga," kata Prapanca.
Adapun pelatih terpilih akan diumumkan pada awal Juni mendatang. Untuk sementara, latihan tim sebagai persiapan jelang musim anyar Liga 1 masih dipimpin Sudirman.
"Kemungkinan pada awal Juni 2021 kami akan mengumumkan pelatih baru. Terkait rumor Luis Milla dan Alexandre Gama, itu masih rahasia," pungkas Prapanca.
Baca Juga: Juara Coppa Italia, Cristiano Ronaldo Sapu Bersih Trofi di 3 Negara
Luis Milla sendiri saat ini masih menganggur. Pelatih asal Spanyol itu terakhir melatih pada 2018 ketika menangani Timnas Indonesia.
Sementara Alexandre Gama masih berstatus pelatih klub Thailand, Buriram United. Juru taktik asal Brasil itu sangat berpengalaman di sepakbola Negeri Gajah Putih.
Tag
Berita Terkait
-
Marc Klok Persilakan Bobotoh Hadir, Jakmania Layangkan Protes Keras ke Erick Thohir
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Persija Terusir dari Jakarta, Paulo Ricardo Tetap Pasang Target Bungkam Persib
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati