Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong melarang anak asuhannya keluyuran di akhir pekan yang kini sedang training camp (TC) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Tidak hanya buat pemain, namun juga ofisial dan staf pelatih lainnya.
Larangan ini dilakukan karena di akhir pekan lalu, Shin Tae-yong tidak banyak memberikan materi latihan. Juru racik asal Korea Selatan itu hanya memberikan materi latihan sekali di pagi hari.
Shin Tae-yong mengagendakan waktu luang bagi pemain. Namun, ia menyarankan ke semua pemain, untuk lebih baik tinggal di hotel, mengingat situasi pandemi Covid-19 masih ada di bagian negara manapun, bahkan di sini.
Jika ada yang ingin meninggalkan hotel buat beli sesuatu masih diperbolehkan. Namun, Evan Dimas dan kawan-kawan harus minta izin kepadanya.
"Tetapi apabila sangat darurat butuh keluar hotel, untuk membeli sesuatu, harap saya diberitahu dan tetap menjaga protokol kesehatan. Bukan hanya pemain, tetapi semua yang ada di tim ini, staf pelatih dan ofisial tim,” kata Shin Tae-yong.
Timnas Indonesia hanya satu kali melakukan latihan dalam mengakhiri pekan ini di JA Sports Center and Shooting Club, Dubai, Sabtu (22/5/2021). Sebanyak 27 pemain melahap materi latihan dengan penuh semangat.
“Materi yang saya berikan hampir tetap sama seperti kemarin, latihan taktikal ditambah dengan set piece training," jelas mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu.
“Saya sengaja memberikan satu kali latihan di penghujung akhir pekan, supaya pemain juga punya banyak waktu untuk istirahat."
"Tidak hanya melulu soal berlatih di lapangan, namun apa yang harus mereka lakukan di luar lapangan, itu juga penting agar stamina mereka tetap terjaga,” pungkasnya.
Baca Juga: Uji Coba Timnas Indonesia vs Oman Akan Dihitung Poin Ranking FIFA
Adapun keberadaan Timnas Indonesia di Dubai untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Indonesia akan melawan Thailand pada 3 Juni, lalu Vietnam 7 Juni, dan terakhir UEA pada 11 Juni 2021
Sebelum itu ada dua laga uji tanding melawan Afghanistan (25/5/2021) dan Oman empat hari setelahnya.
Berita Terkait
-
Sayang PSSI Sementara Stop Naturalisasi, Padahal Bek PSV Ini Bisa Bela Timnas Indonesia
-
Badai Cedera Hantui Debut John Herdman di FIFA Series 2026
-
Mengupas St Kitts and Nevis, Lawan Perdana Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Alasan PSSI, Naturalisasi Mustahil Dilakukan Jelang FIFA Series 2026 Maret Mendatang
-
FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Tanpa Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Real Madrid Belum Meyakinkan? Era Arbeloa Dinilai Masih Bayangi Warisan Xabi Alonso
-
Mati-matian Kalahkan Emil Audero Cs, Pelatih Atalanta Loncat Kegirangan
-
Gebrakan Baru PSSI Gandeng JFA, Kirim Wasit Negeri Sakura untuk Kawal Laga Liga Nusantara
-
Erwan Hendarwanto Resmi Dipinjamkan PSIM ke Garudayaksa FC
-
Bomber Haus Gol Keturunan Indonesia: Umur 23 Tahun, 19 Laga 15 Gol, Siapa Dia?
-
Pergi Saat Lagi Sayang-sayangnya, Ryo Matsumura Tulis Perpisahan Mengharukan untuk Persija
-
Sayang PSSI Sementara Stop Naturalisasi, Padahal Bek PSV Ini Bisa Bela Timnas Indonesia
-
5 Fakta Tim The Sugar Boyz Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Nasib Orang Dzalim ke Emil Audero Sungguh Tragis
-
Badai Cedera Hantui Debut John Herdman di FIFA Series 2026