Suara.com - Kondisi dua pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman masih belum diketahui usai ditarik keluar karena mengerang kesakitan saat menghadapi Thailand di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Kamis (3/6/2021).
Asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto saat ini masih melakukan observasi terkait cedera apa yang kemungkinan menimpa Egy dan Witan di laga yang berkesudahan dengan skor imbang 2-2 tersebut.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong terpaksa menarik Egy keluar pada menit 63. Pemain berusia 20 tahun itu diganti oleh Osvaldo Haay setelah mengerang kesakitan sambil memegang bahu.
Sementara Witan Sulaeman menyusul Egy meninggalkan lapangan tujuh menit setelahnya. Winger FK Radnik Surdulica itu diganti oleh Adam Alis setelah ada masalah di kakinya.
"Kondisi semua pemain, termasuk Egy Maulana dan Witan Sulaeman, masih akan diobservasi oleh tim medis Timnas Indonesia. Kita lihat perkembangannya hari ini seperti apa," kata Nova saat dihubungi oleh awak media, Jumat (4/6/2021).
"Mungkin tim medis yang bisa memberikan statment nanti mengenai perkembangan pemain," tambah mantan pemain Persib Bandung itu.
Kehilangan Egy dan Witan karena cedera tentu merugikan bagi Timnas Indonesia. Apalagi, skuad Garuda Masih menyisakan dua pertandingan lagi di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.
Terdekat, Timnas Indonesia akan melawan Vietnam di Stadion Al Maktoum, Dubai, Senin (7/6/2021). Setelah itu tim Merah Putih akan melakoni partai pamungkas Grup G kontra UEA pada 11 Juni mendatang.
Keberadaan Egy dan Witan tentu sangat diperlukan untuk menambah daya gedor lini depan Timnas Indonesia. Apalagi, hasil kemenangan diincar dari dua laga ke depan.
Baca Juga: Vietnam Mata-matai Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Kalem
Tag
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat