Timnas Indonesia, pria berkewarganegaraan Korea Selatan itu melanjutkan, sudah mengantongi kelemahan UEA yang akan dieksploitasi dalam pertandingan.
Meski tidak membeberkan secara detail soal taktik dan strategi, timnas Indonesia tampaknya akan tetap turun dengan formasi 4-4-2 yang menjadi andalan Shin Tae-yong.
Yang mungkin akan berubah adalah susunan sebelas pertama. Di belakang, mulai dari kiper Nadeo Argawinata sampai kwartet bek Asnawi Mangkualam, Arif Satria, Rizky Ridho dan Pratama Arhan sangat mungkin dipertahankan.
Pergantian diprediksi terjadi di lini tengah. Rachmat Irianto, yang sebelumnya bermain sejak menit awal versus Vietnam, berpotensi digantikan oleh I Kadek Agung. Kadek merupakan salah satu pencetak gol ke gawang Thailand, Kamis (3/6), dalam pertandingan yang berakhir imbang 2-2.
Selain itu, Shin bisa saja mengembalikan susunan pemain seperti ketika melawan Thailand. Egy Maulana dan Witan Sulaeman, yang dicadangkan kontra Vietnam, sangat mungkin kembali ke starting eleven, mendampingi Syahrian Abimanyu.
Di depan, sang kapten Evan Dimas sulit untuk digantikan karena perannya yang vital. Sebagai rekan Evan di lini serang, Shin seharusnya dapat mempertimbangkan untuk mengganti Kushedya Yudo dengan nama baru seperti Saddam Gaffar atau Muhammad Rafli.
Indonesia mau tidak mau akan bermain dengan mentalitas defensif jika tidak ingin pertahanan mereka dibombardir oleh UEA yang acap kali menerapkan formasi penyerang tunggal 4-2-3-1.
Sekadar mengingatkan, penyerang UEA Ali Mabkhout untuk sementara berstatus pemain tersubur kedua di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia dengan delapan gol. Jumlah itu hanya berbeda sebiji dari koleksi pencetak gol terbanyak Takumi Minamino (Jepang) yang sudah menciptakan sembilan gol.
Pada dua laga UEA di Dubai sebelum bersua Indonesia, yakni kala menundukkan Malaysia 4-0 dan Thailand 3-1, Mabkhout menghadirkan dua gol dan satu assist untuk negaranya.
Baca Juga: Tantang Italia di Laga Pembuka Euro 2020, Senol Gunes Optimistis Turki Raup Poin Penuh
Di Grup G, pemain berusia 30 tahun tersebut pernah membuat trigol ke gawang Indonesia, tepatnya kala UEA memaksa skuad Garuda, yang kala itu masih dibesut Simon McMenemy, menelan kekalahan 0-5 pada Oktober 2019.
Demi meredam keagresifan penyerang UEA, Indonesia wajib bermain disiplin di semua posisi. Mereka mesti mengurangi kesalahan di lapangan dan sesekali mengincar kesempatan untuk melakukan serangan balik.
Skuad Garuda pun sebaiknya mengurangi jumlah operan lambung karena postur pemain UEA yang tinggi dapat mementahkannya dengan mudah.
Walau kualitas timnya lebih superior dari Indonesia nyaris di semua aspek, pelatih UEA Bert van Marwijk menyadari bahwa sang lawan dapat menyulitkan andai pasukannya lengah.
Untuk itu, pria asal Belanda yang membawa Feyenoord juara Piala UEFA musim 2001-2002 tersebut meminta pemainnya untuk tidak menganggap remeh lawan.
"Kami selalu menanggapi lawan dengan serius. Kami mempersiapkan diri dengan kerja keras yang sama untuk setiap pertandingan. Laga melawan Indonesia tidak akan mudah karena mereka tim bagus. Kami menghormati mereka," tutur van Marwijk.
Timnas Indonesia sendiri sejatinya tidak perlu berkecil hati misalnya kalah dari UEA.
Seperti disampaikan gelandang Syahrian Abimanyu, yang terpenting adalah semua pemain mengambil pelajaran dari pertandingan tersebut. Masih banyak waktu untuk membenahi diri.
"Setidak-tidaknya, pertandingan itu akan menjadi pengalaman yang bagus untuk semua pemain," tutur pesepak bola berusia 22 tahun itu.
Lagipula, sebagai juru kunci Grup G, Indonesia sudah menyegel satu tempat di playoff Kualifikasi Piala Asia 2023. Kualifikasi tersebut akan dilaksanakan pada September dan Oktober 2021.
Apapun yang terjadi, tetap tegakkan kepalamu, Garuda! (Antara)
Berita Terkait
-
Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia
-
Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik
-
Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka
-
Media Italia Beberkan Keuntungan Juventus Andai Merekrut Emil Audero
-
Maarten Paes Mulai Tersisih di Ajax, Ter Stegen Kini Jadi Kiper Utama di 2 Kompetisi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kritik Manis PAW Patrol: The Dino Movie: Kenapa Anak-anak Harus Selalu Terlihat Berguna?
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar
-
Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi
-
Tenaga Penjualan Jadi Kunci Penguatan Industri Asuransi Jiwa
-
Gamelan Makin Digandrungi di Amerika, Pakualaman Beri Peringatan Keras ke Warga Lokal
-
OSL Indonesia Bidik Peluang Tokenisasi Aset di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Digital
-
3 Rekomendasi Bedak Emina untuk Remaja dan Anak Sekolah, Ringan Bikin Wajah Fresh
-
Transaksi Saham BEI Makin Ramai, IHSG Naik 1,93 Persen Sepekan
-
Penggerebekan di Lawang: Polisi Temukan Ribuan Ekstasi Tersembunyi dalam Boneka
-
Gempa Flores M 7,7, Bantuan Logistik Mulai Dikirim untuk Warga Terdampak