Bola / Bola Dunia
Jum'at, 25 Juni 2021 | 14:46 WIB
Para pemain Italia merayakan kemenangan mereka dalam pertandingan sepak bola Grup A UEFA EURO 2020 antara Italia dan Wales di Stadion Olimpiade, Roma, pada (20/6/2021). [Ryan Pierse / POOL / AFP]

DENMARK: Tentu saat menang 4-1 atas Rusia pada pertandingan terakhirnya menjadi laga terbaik Dinamit Denmark.

Pesta gol yang diawali pemain muda pengisi tempat Christian Eriksen yang dirundung tragedi tumbang karena serangan jantung dalam laga pertama, Mikkel Damsgaard, sejauh ini menjadi kisah paling menarik dalam Euro 2020. Kisah nestapa yang berubah menjadi akhir membahagiakan. Benar-benar dongeng.

BELANDA: Pertandingan kedua melawan Austria yang berakhir 2-0 membuat Belanda memastikan ke 16 besar dan mempertinggi keyakinan mereka bahwa jalur juara Eropa tengah mereka tapaki.

Masuknya lagi bek Matthijs de Ligt mengokohkan pertahanan Belanda, dan penampilan cemerlang bek kanan Denzel Dumfries yang merancang satu gol dan menciptakan satu gol lainnya, memberi pesan kepada semua lawan bahwa Belanda siap menerkam siapa pun.

AUSTRIA: Pertandingan ketiga melawan Ukraina 1-0 adalah bagian paling penting dalam perjalanan Austria.

Dan pada ketiga pertandingan ini, fokus masih tetap kepada David Alaba yang menjadi determinan pokok untuk nasib Austria. Pada posisi di mana dia main dan bermanuver, akan menentukan hasil seperti apa yang diperoleh Austria. Menang 3-1 dari Makedonia Utara, kalah 0-2 dari Belanda, kemudian menang 1-0 atas Ukraina semuanya berkorelasi dengan di mana dan ke mana David Alaba bergerak.

UKRAINA: Sudah tentu pertandingan kedua melawan Makedonia Utara ini yang berakhir 2-1 ini adalah yang paling penting karena satu-satunya yang mempersembahkan poin bagi Ukraina.

Andriy Yarmolenko membuat satu gol dan satu assist yang mengakhiri enam kekalahan berturut-turut Ukraina dalam pertandingan putaran final Piala Eropa. Dan kemenangan ini yang membuat Ukraina untuk pertama kalinya menghirup atmosfer fase knockout Euro, walaupun nasib baru diketahui persis setelah pertandingan terakhir fase grup Euro 2020 berakhir.

INGGRIS: Memang bisa mengalahkan Kroasia pada laga pertama dan terhindar dari kekalahan saat menghadapi Skotlandia, tetapi adalah pertandingan ketiga melawan Ceko yang berakhir 1-0 yang membuat harapan Inggris yang atraktif mulai hadir, terutama setelah gelandang kreatif Jack Grealish dipasang sebagai starter.

Baca Juga: Kroasia vs Spanyol: Jadwal, Prediksi, Link Live Streaming Euro 2021 Babak 16 Besar

Tipu daya Grealish dan keberanian dia menghadapi risiko membuat Inggris terlihat lebih hidup, dan ini bisa menjadi momentum untuk Three Lions.

KROASIA: Pertandingan ketiga melawan Skotlandia yang berakhir 3-1 bukan saja mengantarkan Kroasia ke 16 besar, namun pesan kepada semua lawan bahwa Luka Modric belum selesai.

Pengalaman dan kepiawaiannya dalam menyetel irama permainan, serta produktivitas golnya, adalah peringatan bahwa Kroasia sudah siap untuk kembali memberi kejutan seperti ketika mereka menjadi runner up Piala Dunia 2018.

REPUBLIK CEKO: Tim ini melenggang ke enam belas besar karena menjadi peringkat ketiga terbaik akibat kalah selisih gol dari Kroasia. Laga kedua melawan Kroasia yang berakhir seri 1-1 adalah yang membuat tim ini merasa aman dan kemudian dipastikan masuk 16 besar sebelum menjalani laga kedua ini karena diketahui perolehan poinnya lebih banyak dari dua tim berperingkat ketiga yang baru menyelesaikan laga terakhirnya.

Dan sekali lagi Patrik Schick bersinar lewat eksekusi penalti yang menyamakan kedudukan 1-1. Sudah tiga gol dia ciptakan selama Euro 2020. Dia masih akan menjadi faktor terpenting Ceko dalam melawan Belanda.

SWEDIA: Pertandingan ketiga melawan Polandia yang berakhir 3-2 adalah yang paling menentukan citra Swedia yang unit serangnya ternyata sama menyeramkan dengan lini pertahanannya.

Meski sudah memastikan diri ke 16 besar sebelum laga melawan Polandia kickoff, Swedia tampil lebih menyerang dari sebelumnya. Dan Viktor Claesson membuat dua gol Robert Lewandowski tak punya arti apa-apa selain untuk dirinya sendiri.

Para pemain Spanyol merayakan gol kelima tim mereka selama pertandingan sepak bola Grup E EURO 2020 antara Slovakia melawan Spanyol di Stadion La Cartuja di Seville, Rabu (23/6). MARCELO DEL POZO / AFP

SPANYOL: Pertandingan ketiga Slovakia yang berakhir 5-0 adalah cara La Roja total membungkam mereka yang mengkritik tumpulnya serangan Spanyol.

Jika pelatih Luis Enrique menyebut kemenangan ini sebagai botol sampanye yang mulai dibuka untuk sebuah pesta besar di mana nanti Spanyol yang menjuarai turnamen ini, maka sesumbar ini tak berlebihan. Faktanya Spanyol sempurna dalam laga yang memastikan mereka ke 16 besar ini.

PRANCIS: Walau pertandingan ketiga melawan Portugal juga sangat menarik untuk disaksikan, pertandingan kedua melawan Hungaria yang juga berakhir seri yang malah meletakkan fondasi untuk lolosnya Les Bleus ke 16 besar.

Dalam laga ini Prancis tidak hanya efisien dan terencana seperti biasa, tetap juga jauh lebih gencar dalam menyerang. Duet Kylian Mbappe dan Karim Benzema memang tak menciptakan gol, tapi sulit untuk dibantah karena faktor Dewi Fortuna yang tak berpihak kepada Prancislah yang membuat tim asuhan Didier Deschamps tak bisa memenangkan laga ini.

JERMAN: Sudah pasti pertandingan ketiga melawan Hungaria yang berakhir 2-2 adalah laga paling menentukan nasib Panser.

Laga di mana dua kali Jerman tertinggal dan dua kali menyamakan kedudukan lewat Kai Haverts dan kemudian Leon Goretzka ini menunjukkan pengalaman, ketenangan dan tak kenal menyerah menjadi faktor pembeda antara Jerman dan Hungaria. Dan spesialis turnamen ini terhindar dua kali berturut-turut terlempar dari turnamen besar lebih dini sejak Piala Dunia 2018 lalu. Daya juang Jerman bisa membuat Inggris kesulitan menaklukkan tim ini pada 16 besar.

PORTUGAL: Laga seri 2-2 melawan Prancis adalah pertandingan yang memastikan Ronaldo cs melangkah ke 16 besar sebagai salah satu dari empat tim berperingkat ketiga terbaik.

Banyak pemain menonjol dalam laga ini, termasuk Karim Benzema yang mencetak dua gol. Tapi tak ada yang seperti Ronaldo yang tak henti menciptakan rekor di mana dua golnya dari titik penalti menyamai catatan 109 gol pesepak bola Iran Ali Daei yang merupakan rekor gol terbanyak sepanjang masa yang diciptakan seorang pemain timnas. Walau sudah dimakan usia, Ronaldo tetap saja menyihir lapangan hijau. Belgia akan menjadi penentu apakah sihir Ronaldo berlanjut atau tidak.

Load More